Sebanyak 108 gereja di wilayah Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah tetap menjalankan misa offline malam Natal, Kamis (24/12). Syarat untuk jemaat dapat mengikuti misa tatap muka Natal 2020 wajib menjalani rapid tes dan swab PCR.
"Misa tatap muka tetap ada, tapi kita sepakat jemaat dari luar kota menunjukkan hasil rapid test dan swab negatif Covid-19, untuk boleh ikut misa demi menjaga kesehatan bersama," kata Koordinator Satgas Penanganan Covid-19 Keuskupan Agung Semarang Romo Edy Purwanto saat dikonfirmasi, Jumat (18/12).
Dalam pelaksanaan misa natal offline atau tatap muka, nantinya umat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Agar selama ibadah misa dalam keadaan tetap sehat.
"Kita ada petugas nanti, memantau pelaksanaan misa jika ada jemaat masuk gereja dianjurkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," ungkapnya.
Kebijakan misa tatap muka tetap dilakukan merupakan tindaklanjut dari pelaksanaan protokol kesehatan di dalam gereja juga mengacu pada SE Nomor 23 yang ditandatangani Menag Fachrul Razi November 2020. Adapun Keuskupan Agung Semarang harus menyempurnakan aturan dalam surat edaran Menag tersebut agar lebih detail dalam mengawasi jalannya ibadah misa di malam perayaan Natal.
Sementara itu, terkait jumlah jemaat yang boleh misa offline adalah 30 persen dari kapasitas gereja.
"Misal di Gereja Katedral Semarang kondisi non covid-19 bisa 900 jemaat. Kondisi perayaan natal nanti beda dibatasi sekitar 270 jemaat saja. Tapi kita minta jemaat untuk bisa ikuti misa online saja," ujarnya.
Sedangkan sejak Juli 2020 gereja keuskupan agung Semarang juga masih menjalankan misa online yang disiarkan langsung streaming untuk jemaat yang belum nyaman datang mengikuti misa ke gereja.
"Misa online biasanya diikuti mencapai puluhan ribu jemaat. Biasanya yang mengikuti lansia yang sakit, ibu hamil menyusui," jelasnya.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan mengizinkan pelaksanaan ibadah Hari Raya Natal untuk digelar namun dilakukan sesuai penerapan protokol kesehatan ketat.
"Misa juga silakan bagi kawan-kawan yang merayakan Natal, asal kepada para pendeta, para romo protokol kesehatan ditetapkan dengan baik seperti jumlah jemaahnya, jaga jaraknya, memakai masker harus menjadi catatan utama dalam pelaksanaan ibadah," kata dia.