Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketum Muhammadiyah sebut petani Indonesia masih alami kesulitan hidup

Ketum Muhammadiyah sebut petani Indonesia masih alami kesulitan hidup Ketua PP Muhammadiyah Haidar Nasyir. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haidar Nasir mengatakan, petani di Indonesia saat ini masih mengalami kesulitan dalam hidup. Menurut dia, permasalahan pelik yang selalu menjadi penyebabnya adalah saat musim panen tiba mereka justru mengalami kerugian.

"Petani di Indonesia ini masih merasakan kerugian. Saya ingin tidak ada lagi petani di Indonesia yang mengalami nasib seperti itu," ujar Haidar di sela-sela membuka Rakornas dan Rembug Tani Nasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Solo, Sabtu (17/3).

Sebagai contoh konkritnya, kata Haidar, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah saat ini mempelopori untuk memecahkan permasalahan tersebut. Yakni dengan cara memberi edukasi tentang pertanian dan peternakan di sejumlah tempat di Indonesia.

"Kami juga mengajak petani memaksimalkan panen mereka lewat pertanian produktif," katanya.

Untuk itu, lanjut Haidar, Muhammadiyah mengimbau pemerintah untuk membuat kebijakan yang pro ke petani. Sehingga cita-cita Indonesia menuju daulat pangan bisa semakin cepat terealisasi.

"Orang-orang bilang kalau orde baru itu buruk, padahal ada sisi positifnya. Di antaranya saat itu Indonesia daulat pangan. Justru setelah masa reformasi 18 tahun ini Indonesia dinilai banyak orang, hanya jalan di tempat. Kita ingin daulat pangan bisa kita capai lagi," katanya.

Sementara itu, Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin mengemukakan, penyelenggaraan rakornas tersebut penting untuk menguatkan sejumlah hal. Diantaranya fungsi kelembagaan dan manajemen. Menurut dia, keduanya harus berjalan dan dinamis. paparnya.

Lebih lanjut Yamin menuturkan, isu yang diangkat dalam kegiatan ini adalah jihad kedaulatan pangan. Diusia negeri ini yang terus bertambah, kedaulatan pangan menjadi penting untuk direalisasikan.

"Untuk ini harus ada konsolidasi dan sinergi dengan seluruh elemen. Ini amanah muktamar Muhammadiyah 2015 lalu," jelas Nurul.

MPM, masih menurut Yamin, harus beraktifitas secara strategis. Salah satunya dengan cara menjalin kerjasama dengan para petani di pedesaan. MPM, kata dia, harus memposisikan diri di masyarakat.

"Prinsipnya selama rakyat masih menderita tak ada kata istirahat," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP