Ketua MPR: Kita Harus Sadari, RI Bukan Negara Agama dan Sekuler

Kamis, 30 Januari 2020 17:18 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Ketua MPR: Kita Harus Sadari, RI Bukan Negara Agama dan Sekuler perayaan natal di kompleks parlemen. ©2020 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - MPR, DPR dan DPD menggelar perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/1) Malam. Perayaan Natal bersama ketiga Lembaga Tinggi Negara itu mengangkat tema 'Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang'.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam sambutannya mengharapkan, perayaan Natal tersebut bisa membawa kedamaian di antara semua umat dan suku bangsa.

"Apalagi tema Natal ini sangat relevan," katanya di acara yang juga dihadiri Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti itu.

Bamsoet juga mengharapkan cita-cita untuk mempersatukan umat beragama dan memajukan bangsa bisa terwujud dengan berlandaskan kebersamaan.

"Kita harus menyadari, Indonesia bukan negara agama dan negara sekuler. Pancasila telah memberikan ruang kemitraan dan kesetraaan bagi kita untuk menebarkan kedamaian," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Ketua Panitia Perayaan Natal MPR, DPR dan DPD, Mercy Chriesty Barends mengatakan, pesan terpenting dalam kegiatan itu adalah nilai-nilai penghargaan atas pluralisme dan toleransi di tengah ancaman kelompok intoleran yang merusak persatuan serta kesatuan bangsa.

"Kami rayakan dengan semangat kebersamaan sesuai dengan tema utama yang diusung menjadi sahabat bagi semua orang," kata Mercy dalam siaran pers, Kamis (30/1).

Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di lingkungan Parlemen ini juga melibatkan sejumlah tokoh organisasi masyarakat keagamaan, dan juga berbagi santunan ke sejumlah panti asuhan dari Yayasan Muslim, Hindu, Budha, difabel, anak jalanan.

Jalinan kasih lainnya yang akan diberikan Panitia Natal bersama MPR-DPR dan DPD tahun ini yaitu bingkisan Natal kepada PNS maupun pegawai aktif mulai dari cleaning service, Pamdal, Driver, Mekanik, Teknisi, dan lainnya yang direkomendasikan pimpinan masing-masing berdasarkan kinerja dan dedikasinya selama bekerja di Komplek Parlemen Senayan.

"Semoga dengan Perayaan Natal MPR RI, DPR RI dan DPD RI tahun ini bisa mengobarkan semangat Kebangsaan dalam bingkai kebhinekaan," tandas Mercy.

2 dari 2 halaman

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Nasarudin Umar turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Nasarudin membandingkan ajaran umat kristiani dengan ajaran Islam yang sama menekankan silaturahim.

Dia menambahkan, tidak dipilah dan dibedakan oleh atribut-atribut primordial manusia, seperti agama, ras, etnik, suku-bangsa, negara, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, dan lain sebagainya. Dijelaskan Prof. Nasarudin, Alquran menegaskan: 'Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak cucu Adam' (QS al-Isra'/17:70).

"Tuhan tidak menggunakan redaksi, Allah memuliakan orang-orang Islam (wa laqad karramna al-muslimun). Ini artinya siapa pun sebagai anak cucu Adam wajib dihormati sebagai manusia. Alquran juga menggagas konsep ukhuwah imaniyah, persaudaraan orang-orang yang berkeimanan. Alquran mengatakan: Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah saudaramu," (QS al-Hujurat/49:10)," tambahnya. [rnd]

Baca juga:
Viral Video Perusakan di Perumahan Agape Minut, Ini Penjelasan Polisi
Ma'ruf Amin Sebut Agama Solusi Perdamaian Dunia
Kisah Pasangan Hindu di India Menikah di Masjid Jadi Viral
Saat Narapidana Rusia Ikuti Perayaan Epiphany
Guru Besar UIN: Cara Pandang Keagamaan yang Moderat Perlu Dikedepankan
Tokoh Bangsa Diminta Masif Sampaikan Soal Toleransi dan Perdamaian
Jokowi: Negara Menjamin Kebebasan Beragama dan Beribadah

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini