Ketua KPU Situbondo Positif Covid-19, Gelaran Pilkada Bisa Diambil Alih Provinsi
Merdeka.com - Pilkada Serentak 2020 akan digelar 9 Desember 2020 mendatang di 270 daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang menggelar Pilkada tersebut adalah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Dalam sisa waktu 4 hari jelang coblosan, Ketua KPU Situbondo, Marwoto, dinyatakan positif terpapar Covid-19. Tidak sendiri, Marwoto dinyatakan positif Covid bersama 8 orang lainnya di KPU Situbondo, dua di antaranya berposisi sebagai komisioner.
“Ya benar, informasinya seperti itu. Ada 9 orang di KPU Situbondo yang positif, yakni komisioner dan beberapa staf sekretariat. Mereka saat ini sebagian sudah menjalani isolasi di kawasan wisata Pasir Putih, Situbondo,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Situbondo, Dadang Aries Bintoro saat dikonfirmasi melalui telepon pada Sabtu (05/12).
Dadang enggan menjelaskan identitas 9 orang di klaster KPU Situbondo tersebut. Namun ia mengakui, salah satunya adalah Ketua KPU Situbondo, Marwoto.
Dikonfirmasi terpisah, Marwoto mengakui saat ini ia sedang menjalani isolasi di salah satu hotel di kawasan wisata Pantai Pasir Putih. Kawasan tersebut memang ditunjuk Pemkab Situbondo sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19. Namun, Marwoto mengaku dirinya merasa sehat dan tidak merasakan gejala sakit apapun. Karena itu, Marwoto meminta dilakukan tes swab ulang bersama 2 rekannya sesama komisioner dan beberapa staf sekretariat KPU Situbondo lainnya.
“Saya merasa sehat. Ini saya baru saja ikut zoom meeting dengan KPID Jawa Timur. Di sini ada berbagai macam orang, ada yang dari (pegawai) Dinas Pariwisata dan sebagainya,” ujar Marwoto saat dihubungi melalui telepon pada Sabtu (05/12).
Sesuai aturan, KPU Kabupaten/Kota beranggotakan 5 orang komisioner, termasuk ketua. Dengan saat ini 3 orang anggota KPU Situbondo – termasuk ketua- dinyatakan positif dan harus menjalani isolasi, terbuka kemungkinan tahapan Pilkada di Situbondo akan diambil alih oleh KPU Provinsi Jawa Timur.
“Sesuai tata kelola yang berlaku di kita, seandainya ada lebih dari dua anggota KPU yang positif Covid, maka (tahapan Pilkada selanjutnya) akan diambil alih oleh KPU Provinsi,” ujar Marwoto.
Namun proses itu tidak langsung seketika. Sebab, Marwoto mengaku masih belum yakin dengan hasil swab yang dilakukan pada 30 November 2020 lalu. Karena itu, ia telah meminta dilakukan tes Swab ulang terhadap komisioner dan staf KPU Situbondo, termasuk dirinya.
“Kita sekarang sedang menunggu hasil tes Swab yang kedua. Senin, akan keluar hasilnya. Ya mudah-mudahan hasilnya nanti negatif semua,” lanjut Marwoto.
Pasien Positif Golput?
Sejak sebelum menjalani isolasi, Marwoto dan jajarannya telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Situbondo terkait persiapan penyelenggaraan coblosan di masa pandemi. termasuk untuk memberikan kesempatan memilih kepada pasien covid yang menjalani isolasi di tempat khusus atau rumah sakit. Pada prinsipnya, KPU Situbondo akan berusaha menjamin agar pasien yang sedang dirawat atau warga yang menjalani isolasi, tidak kehilangan hak pilihnya. Namun, ia juga mempertimbangkan potensi penyebaran Covid.
“Kita sudah koordinasi denganSatgas Covid-19 Situbondo, kita harus menghindari adanya potensi penyebaran virus. Tetapi hak pilih warga, tetap harus dijaga,” papar Marwoto.
Karena itu, meski tetap berusaha agar mereka tidak kehilangan hak pilih, Marwoto juga memaklumi jika ada pasien atau warga yang menjalani isolasi, yang memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya. Sejak menjalani isolasi, Marwoto mengaku berinteraksi dengan sesama warga yang diisolasi di kawasan Pantai Pasir Putih.
“Ya mereka bilang, ada yang tidak ingin mencoblos karena alasan sedang terpapar covid. Ya saya sampaikan, kita akan layani dengan pertimbangan dari Satgas Covid. Tapi pertimbangan mereka, resikonya memang lebih besar. Karena, ketika mereka mencoblos, kan ditakutkan surat suaranya potensi ada virus coronanya,” pungkas Marwoto.
Sebelumnya, Covid-19 telah menelan korban hingga orang nomor satu di Situbondo. Pekan lalu, Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto meninggal dunia di RSD dr Abdoer Rahem karena covid-19. Dadang meninggal pada Kamis (25/11) setelah dirawat selama tiga hari di ruang isolasi rumah sakit. Sebelum dinyatakan positif covid, Dadang sekitar dua pekan sebelumnya sempat bertemu dan menerima penghargaan dari Gubernur Jatim, Khofifah di Kota Batu.
Setelah Dadang meninggal, Gubernur Khofifah langsung menunjuk Sekda Situbondo, Syaifullah sebagai Pelaksana Harian (Plh) Situbondo selama beberapa hari. Sebab, Wakil Bupati Situbondo saat itu, Yoyok Mulyadi, sedang cuti kampanye hingga 5 Desember 2020. Yoyok menjadi peserta Pilbup Situbondo sebagai calon bupati.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya