Ketidakpercayaan Publik Terhadap Covid-19 Jadi Faktor Utama Kasus di Pasar

Selasa, 14 Juli 2020 08:45 Reporter : Yunita Amalia
Ketidakpercayaan Publik Terhadap Covid-19 Jadi Faktor Utama Kasus di Pasar Pasar Pramuka yang Tutup Usai 1 Pedagang Positif Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat 1.053 pedagang dari 190 pasar tradisional yang tersebar di 26 provinsi, positif Covid-19. Jumlah tersebut merupakan akumulasi data 18 Juni hingga 13 Juli.

Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengatakan masih banyak masyarakat yang tidak meyakini bahaya virus Corona.

"Informasi yang terus kami terima, bahwa ketidakpercayaan publik terhadap bahaya Covid-19 menjadi faktor utama peningkatan kasus di pasar," ucap Reynaldi, Selasa (14/7).

Reynaldi menjelaskan, minimnya pengetahuan masyarakat di pasar mengakibatkan adanya disinformasi tentang akibat infeksi virus Corona. Kekeliruan dan sikap acuh, dikatakan Reynaldi, tidak hanya pada pedagang saja namun pengunjung pasar turut andil atas minimnya penerapan protokol kesehatan.

Reynaldi mengatakan realita tersebut menjadi tuntutan IKAPPI terhadap Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota agar mengetatkan pengawasan protokol kesehatan di pasar tradisional. Ia juga mendorong kepada seluruh kepala pasar terus aktif menerapkan protokol kesehatan di tempat mereka beraktivitas.

"IKAPPI berupaya dan terus mendorong agar penyebaran Covid-19 di pasar segera berhenti, melalui kerjasama dengan semua pihak pemda dan pemprov termasuk juga membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dalam rangka menerapkan kebijakan nasional yang sesuai dengan pedagang," katanya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini