Kesal ibu dibentak, Medi tebas kepala adik ipar hingga tewas
Merdeka.com - Kesal ibunya dibentak membuat Medi Hartono (46) naik pitam. Dia nekat membunuh adik iparnya, Candra (35) dengan cara menebas leher dan dada menggunakan pedang.
Peristiwa itu terjadi dua tahun lalu di rumahnya di Jalan Kancil Putih, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Buron cukup lama, pelaku diringkus di Jalan Betung-Jambi, Desa Gajah Mati, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (9/10).
Tersangka mengaku tersinggung dengan ulah korban sebagai menantu yang membentak ibunya. Sebab selama ini dirinya tak pernah sekalipun berbuat kasar dengan ibu kandungnya itu.
"Saya sebagai anak kandung saja tidak pernah marah-marah. Tapi dia (korban) sampai bentak-bentak sama orangtua saya, dia kan menantu," ungkap tersangka Medi di Mapolresta Palembang, Senin (10/10).
Sebelum membunuh, kata tersangka, dirinya sempat cekcok mulut. Korban hendak menusuknya dengan pisau. Tersangka berlari ke kamar mengambil pedang. Dengan beringas, tersangka membacok korban dua kali yang mengenai kepala dan dada. Korban pun tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Tadinya saya kabur ke Dumai cuma sebulan, habis itu pulang ke Palembang. Biar tidak ditangkap, saya mengontrak dan kerja di LRT (light rel transit)," ujarnya.
Kasat Intelkam Polresta Palembang Kompol Budi Santoso mengatakan, tersangka merupakan DPO atas kasus pembunuhan yang terjadi November 2014 silam yang dicari-cari selama ini. Begitu mengetahui keberadaannya, tersangka ditangkap dalam perjalanan menuju Musi Banyuasin.
"Selama ini tersangka ternyata kerja di proyek LRT. Terlacak setelah mengetahui ciri-cirinya yang disebutkan keluarga korban sebelumnya," tukasnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya