Kerugian Akibat Banjir Bandang di Sumbar Mencapai Rp33,5 Triliun, Sektor Infrastruktur Paling Parah

Kerugian total akibat banjir bandang di Sumbar Rp 33,5 triliun. Dari 16 kabupaten dan kota yang terdampak, Kabupaten Agam mengalami kerusakan paling parah

Tim Regional
Oleh Tim Regional - Reporter
Kerugian Akibat Banjir Bandang di Sumbar Mencapai Rp33,5 Triliun, Sektor Infrastruktur Paling Parah
Rumah-rumah terlihat rusak setelah banjir melanda Malalak, Sumatera Barat, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). (AP/Ade Yuandha)

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) melaporkan total kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 mencapai Rp33,5 triliun.

"Kerusakan yang tercatat mencapai Rp 15,63 triliun, sementara total kerugian Rp 17,91 triliun," ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi, di Kota Padang, Jumat (16/1/2026), dilansir oleh Antara.

Gubernur menekankan bahwa angka ini mencerminkan besarnya beban yang harus ditanggung, dan seharusnya menjadi pertimbangan penting bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan, terutama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Ranah Minang.

Sektor Infrastruktur Paling Parah

Dari keseluruhan kerugian yang dialami, sektor infrastruktur merupakan yang paling parah terdampak bencana dengan kerugian sebesar Rp 14,16 triliun. Infrastruktur berperan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Selain itu, kerusakan pada sektor permukiman juga cukup signifikan, mencapai Rp 1,45 triliun.

"Angka ini menggambarkan dampak langsung yang dirasakan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka," kata mantan Wali Kota Padang tersebut.

Selanjutnya, sektor ekonomi mengalami kerusakan sebesar Rp 813 miliar dan kerugian sebesar Rp 1,46 triliun, yang berakibat pada terganggunya aktivitas ekonomi dan mata pencaharian masyarakat. Dalam sektor sosial, kerusakan tercatat Rp 347 miliar dan kerugian Rp 255 miliar.

Kabupaten Agam Paling Besar Alami Kerusakan dan Kerugian

Dari 16 kabupaten dan kota yang terpengaruh oleh bencana, Kabupaten Agam mencatat kerusakan dan kerugian terbesar dengan total Rp 10,49 triliun, diikuti oleh Kabupaten Padang Pariaman sebesar Rp 5,48 triliun, dan Kota Padang dengan kerugian Rp 4,88 triliun.

Selain itu, kabupaten lainnya juga mengalami kerugian yang cukup besar, seperti Kabupaten Solok dengan Rp 3,09 triliun, Kabupaten Tanah Datar Rp 2,94 triliun, serta Kabupaten Pesisir Selatan Rp 1,56 triliun.

"Angka-angka ini menjadi potret nyata besarnya upaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memulihkan kondisi di berbagai sektor," ujarnya.

Rekomendasi