Kera Liar Turun Gunung, Rusak Ladang Jagung Warga Ponorogo

Minggu, 20 Oktober 2019 00:03 Reporter : Erwin Yohanes
Kera Liar Turun Gunung, Rusak Ladang Jagung Warga Ponorogo Kera Liar Rusak Ladang Jagung Warga. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Musim kemarau panjang diduga menjadi penyebab sejumlah kera liar turun gunung untuk mencari makanan. Akibatnya, sejumlah ladang jagung di Ponorogo menjadi sasaran kera untuk mencari makan.

Serangan kera ini salah satunya terjadi di ladang jagung di Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Sejumlah ladang yang telah ditanami jagung siap panen terlihat rusak.

"Ini banyak jagung saya yang rusak. Dugaannya karena dimakan kera liar yang turun gunung. Sudah dua tahun ini tiap kemarau kera turun," kata Mini, salah satu petani, Sabtu (19/10).

Karena itu, kata dia, harus rela menjaga kebunnya secara bergantian dengan sang anak lantaran kera liar itu turunnya hampir sepanjang waktu.

"Yang pasti pagi atau sore. Harus ada yang jaga dan mengusir kera. Kalau tidak ya jagung di kebun saya dirusak semua," jelasnya.

Menurutnya, serangan kera liar untuk musium kemarau 2019 ini mulai 2 pekan yang lalu. Atau pada awal bulan Oktober 2019. "Sejak awal bukan jagung saya dan beberapa petani lain mulai keluar tongkolnya beberapa kera turun gunung untuk menjarahnya," urainya.

Mini mengaku, walaupun sudah dua tahun sejak peristiwa terakhir, dia tetap tidak mengira kera kembali turun. "Bahkan ada beberapa pohon jagung yang tumbang akibat ulah puluhan kera liar ini. Ya karena serangannya juga tidak menentu," tambahnya.

Mini menambahkan dirinya dengan petani lainnya saat ini hanya bisa mengusirnya dengan kentongan dan orang-orangan sawah. Namun cara ini tidak terlalu efektif karena kera tersebut hanya takut kepada manusia.

"Meski dipasang orang-orangan sawah monyet tetap akan datang kalau kebun tidak dijaga," imbuhnya.

Mini menuturkan jika kawanan kera ini memang sudah lama mendiami hutan yang berdekatan dengan ladang jagung milik warga. Namun baru beberapa tahun ini monyet-monyet tersebut turun gunung. Dia menduga karena seringnya terjadi kebakaran hutan dan sulitnya sumber makanan menjadi pemicu para kera turun gunung. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini