Kepala BNPB Minta Pejabat Kurangi Tidur Agar Siaga Bencana di Musim Penghujan

Kamis, 23 Januari 2020 12:31 Reporter : Merdeka
Kepala BNPB Minta Pejabat Kurangi Tidur Agar Siaga Bencana di Musim Penghujan Kepala BNPB Doni Monardo di Samarinda. ©2020 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengingatkan para pejabat serius menghadapi musim penghujan yang saat ini melanda Indonesia untuk mengurangi dampak bencana seperti banjir. Menurut dia, keseriusan para pejabat menghadapi musim penghujan untuk memastikan sistem peringatan dini beroperasi dan berjalan dengan baik.

"Ya tergantung keseriusan dari para pejabat yang menangani. Jadi tanpa ada keseriusan, tanpa fokus bekerja, mengabdi untuk rakyat akan susah. Seluruh pejabat diharapkan bisa lebih peduli, terutama dalam menghadapi musim-musim hujan begini," kata Doni Monardo di Kementerian Pertahanan, di Jakarta, Kamis (23/1).

Bahkan kalau perlu, Doni menyarankan agar para pejabat tersebut mengurangi tidur di musim penghujan ini.

"Kalau perlu tidurnya dikurangi, siaga terus. Koordinasi antara hulu dengan hilir, bagaimana di hulu ada hujan, berapa curahnya, lebat apa enggak, kemudian setiap pintu air kan ada data tentang berapa tinggi permukaan air, itu diinformasikan," jelas Doni.

Tak hanya mengurangi tidur, Doni pun meminta para pejabat itu membuat grup WhatsApp, untuk mengumpulkan data-data yang benar bagi masyarakat.

"Bentuk grup-grup WhatsApp untuk mendapatkan data-data yang benar, jangan terpengaruh oleh hoaks, berita-berita bohong sehingga masyarakat juga mendapatkan informasi yang akurat," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Ingatkan Agar Drainase dan Sungai Bebas Sampah Di Musim Penghujan

Purnawirawan TNI itu menambahkan, dengan curah hujan yang tinggi seperti sekarang ini, maka perlu ada upaya bersama dari pejabat setempat dan pihak terkait agar air tak terlalu lama tergenang. Dia pun meminta agar drainase dan sungai bebas dari sampah.

"Kalau seandainya terjadi curah hujan tinggi, maka dibutuhkan sebuah upaya bersama untuk mempercepat proses agar air tidak terlalu lama tergenang. ini harus ada sebuah keseriusan untuk membersihkan semua drainase. terutama gorong-gorong, sungai-sungai kecil, anak sungai. Tidak boleh ada sampah," kata Doni.

Menurut dia, banyak sebelum musim penghujan dan diberitakan, masih ada sejumlah daerah yang sungainya itu dipenuhi oleh sampah. "Padahal air ini harus melalui tempat yang namanya sungai. Nah, ketika sungainya itu penuh sampah, otomatis airnya akan meluap," jelas Doni.

Dia pun meminta agar langkah serius mengurusi lingkungan, hendaknya dijadikan program rutin. "Langkah-langkah bagaimana kita sekarang serius untuk mengurusi lingkungan hendaknya menjadi suatu program yang rutin terus-menerus. Tidak bisa hanya sekadar seremoni pada hari tertentu, tapi harus sepanjang waktu," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [gil]

Baca juga:
Cuaca Buruk, Harga Cabai di Karawang Meroket Hingga Rp100.000 per Kg
Prakiraan BMKG: 3 Hari ke Depan Jakarta Hujan Lebat Disertai Petir
Jakarta Diguyur Hujan, Ketinggian Pintu Air Manggarai Capai 754 Sentimeter
Baru Kebanjiran Awal Tahun, Hunian Warga Rawajati Kembali Masuk Air 30 Cm Usai Hujan
Jakarta Diprediksi Hujan Siang hingga Malam Nanti
Hujan Disertai Petir Diprediksi Guyur Jakarta Selatan, Barat dan Timur Senin Siang
Cara Membuat Kamar Tetap Wangi dan Hangat di Musim Hujan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini