Kepala BNPB Minta Masyarakat Tak Sebar Hoaks Gempa Susulan Maluku

Selasa, 8 Oktober 2019 15:28 Reporter : Merdeka
Kepala BNPB Minta Masyarakat Tak Sebar Hoaks Gempa Susulan Maluku pengelolaan aki ilegal. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo meminta agar seluruh masyarakat tak menyebarkan kabar bohong atau hoaks terkait gempa di Maluku. Dia menegaskan bahwa hingga kini bekum ada teknologi atau lembaga yang dapat memprediksi kapan terjadi bencana alam.

"Kami imbau kepada saudara-saudara kami di berbagai daerah untuk tidak melemparkan isu yang kiranya tidak bisa dijamin kebenarannya. Karena sampai hari ini belum ada satu teknologi atau lembaga, yang bisa prediksi kapan terjadi gempa dan tsunami," jelas Doni di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (8/10).

Dia berharap masyarakat dapat mengikuti semua informasi yang diberikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Doni memastikan bahwa pemerintah akan selalu memberikan informasi yang benar kepada warga.

"Kita semua prihatin, dan tidak ada yang ingin kesulitan. Kami berusaha berikan informasi yang benar," ucapnya.

Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Ambon, Maluku, Kamis 26 September 2019. Untuk itu, Doni mengajak seluruh masyarakat berbagai daerah lainnya untuk meringankan penderitaan warga Maluku.

"Para relawan, pegiat lingkungan dan seluruh komponen bangsa untuk bisa ringankan kondisi kawan kita di Maluku," tutur Doni.

Akibat gempa ini, 39 orang meninggal dunia. 39 orang. Sementara, korban yang mengalami luka berat hingga ringan totalnya 1.578 orang.

"Pengungsi 170.900 jiwa," kata Doni.

Menurut dia, berdasarkan data terbaru yang didapatnya, total 6.335 rumah yang mengalami kerusakan. Jumlah itu terdiri dari rumah dengan kerusakan berat, sedang, hingga ringan.

"Untuk rumah rusak berat mencapai 1.273. Rusak sedang 1.837, rusak ringan 3.245," ujarnya.

Selain rumah, terdapat 512 unit fasilitas umum dan fasilitas sosial yang juga rusak akibat gempa Maluku. Doni mengaku diperintahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk kembali meninjau lokasi gempa di Ambon, Papua.

Reporter: Lisza Egeham [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini