Kepala Bappeda Bengkalis diperiksa KPK terkait korupsi jalan

Jumat, 14 September 2018 19:24 Reporter : Abdullah Sani
Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bengkalis, Jondi Indra Bustian, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Mako Brimob Polda Riau. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Bengkalis, Tarmizi dan Sefnur serta seorang mantan pejabat yang menjadi narapidana Azrafiani Aziz Rauf.

Juru Bicara KPK, Yuyuk Andriati Iskak mengatakan, mereka dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang- Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Empat saksi dijadwalkan diperiksa di Mako Brimob Polda Riau," katanya, Jumat (14/9).

Jondi dan saksi lainnya diperiksa penyidik KPK di ruang utama Mako Brimob Polda Riau. Sedangkan Azrafiani Aziz Rauf, yang saat ini menjalani hukuman karena terlibat kasus dana bantuan sosial. Ia diperiksa di Lapas Klas II A Pekanbaru.

Yuyuk mengatakan para saksi tersebut dimintai keterangan untuk tersangka Muhammad Nasir, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis, Muhammad Nasir. yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai. "Saksi diperiksa untuk tersangka MNS," kata Yuyuk.

Jondi yang ditemui usai pemeriksaan membenarkan dirinya dimintai keterangan sebagai saksi proyek Makan Batu Panjang- Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Masih soal yang kemarin, masih untuk saksi Pak Nasir," kata Jondi.

Dalam perkara ini, penyidik sudah memeriksa puluhan saksi. Di antaranya, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, anggota DPRD Bengkalis, dan sejumlah pejabat di Pemkab Bengkalis. Namun status Amril masih sebagai saksi.

Beberapa waktu lalu KPK menyita uang Rp 1,9 miliar dari rumah dinas Amril. KPK menduga uang itu terkait proyek multi years atau tahun jamak yang merugikan negara hingga Rp 100 miliar.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar. Proyek ini ditaksir merugikan negara sekitar Rp 100 miliar.

Dalam perkara ini, penyidik KPK juga menetapkan tersangka dari pihak kontraktor, yakni Hobby Siregar. Dia merupakan Direktur Utama PT MRC, rekanan pelaksana proyek Jalan Batu Panjang- Pangkalan Nyirih. Proyek ini juga dikerjakan PT Citra Gading Asritama yang menghabiskan uang negara hingga Rp 494 miliar.

Sebelumnya KPK sudah melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Bengkalis, rumah dinas Bupati Bengkalis dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

KPK juga menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, yakni di salah satu kantor di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. KPK
  2. Kasus Korupsi
  3. Bengkalis
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini