Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa setiap kebijakan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto diambil secara hati-hati, terbuka, dan bertanggung jawab, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional serta keselamatan rakyat Indonesia.
Angga juga menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam berbagai inisiatif diplomasi internasional, termasuk upaya perdamaian di Gaza, tidak pernah dimaksudkan untuk mengorbankan kedaulatan dan keamanan nasional, serta keselamatan warga negara Indonesia.
"Presiden Prabowo menegaskan dengan sangat jelas bahwa Indonesia tidak akan mengambil langkah apa pun yang mengorbankan kepentingan nasional dan keselamatan rakyat Indonesia. Setiap opsi kebijakan selalu disertai perhitungan risiko, mitigasi yang matang, serta mekanisme evaluasi berkelanjutan," ujar Angga dalam keterangan pada Kamis (5/2).
Menurut Angga, Presiden memberikan ruang diskusi yang luas dan transparan dengan para tokoh nasional, mantan pejabat negara, akademisi, dan praktisi diplomasi agar setiap kebijakan dapat diuji secara kritis. Pendekatan ini mencerminkan kepemimpinan yang realistis dan bertanggung jawab di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks.
Ia menambahkan bahwa komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tetap konsisten dan berlandaskan amanat konstitusi. Namun, Presiden memastikan bahwa dukungan tersebut dilakukan melalui jalur diplomasi yang terukur, tidak gegabah, serta tetap mengutamakan kepentingan nasional Indonesia.
Advertisement
Tidak Terjebak Pada Potongan Informasi
"Presiden menegaskan bahwa Indonesia masuk dalam setiap forum internasional dengan tujuan jelas: mendorong perdamaian yang adil dan bermartabat, tanpa mengorbankan keselamatan rakyat dan posisi strategis Indonesia. Opsi untuk meninjau kembali atau menghentikan keterlibatan selalu ada apabila bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional," kata Angga.
Badan Komunikasi Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak pada potongan informasi yang tidak utuh dan memahami bahwa sebagian proses diplomasi bersifat sensitif serta memerlukan kehati-hatian dalam penyampaian ke ruang publik.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus menyampaikan informasi secara terbuka dan bertanggung jawab, sembari memastikan bahwa setiap langkah Presiden Prabowo sepenuhnya berpihak pada kepentingan bangsa dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia," tutup Angga.