Kenangan Luhut saat Diminta jadi Dubes Singapura oleh BJ Habibie

Kamis, 12 September 2019 16:39 Reporter : Hari Ariyanti
Kenangan Luhut saat Diminta jadi Dubes Singapura oleh BJ Habibie Luhut Panjaitan. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan terkenang sosok mendiang Presiden RI ketiga, BJ Habibie. Bagi Luhut, Habibie adalah pribadi yang sangat baik dan seorang demokrat sejati.

Habibie juga dinilai sebagai sosok yang punya pendirian teguh dan konsisten. Saat pertanggungjawabannya ditolak dalam sidang MPR, dia tak mau lagi dicalonkan menjadi presiden.

"Begitu di MPR dulu ingat kan? Tentu ada permainan politik waktu itu. Begitu pertanggungjawabannya tak diterima dia konsisten, dia tak mau maju lagi. Saya kira itu bukan hal mudah. Padahal beliau kalau mau bermain macam-macam pasti bisa," jelasnya di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Pengabdian BJ Habibie untuk bangsa dan negara menurutnya bisa menjadi contoh bagi para generasi muda. Sosok yang sangat jenius bisa menjadi presiden.

"Contoh yang sangat baik bagi kalian yang lebih muda, bagaimana seorang profesor jenius bisa jadi presiden dan memberikan contoh yang bagus dan tidak macam-macam," jelasnya.

Setelah tak lagi menjabat sebagai presiden, Habibie, kata Luhut juga selalu memberikan contoh baik. Habibie selalu memberikan komentar membangun dan masukan kepada Presiden Joko Widodo.

"Beliau adalah seorang negarawan," ujarnya.

Luhut memiliki kenangan khusus dengan sosok BJ Habibie saat diangkat menjadi duta besar. Saat itu dia dipanggil Habibie dan diminta menjadi dubes Indonesia untuk Singapura.

"Beliau mengatakan, Pak Luhut ini adalah tugas negara. Waktu itu saya sampaikan saya pensiun jadi tentara saja, Pak. Itu saya pikir momen yang sangat tidak terlupakan dan saya tulis di buku saya," tutupnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini