Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenang peristiwa Kudatuli, Puti lakukan napak tilas di Surabaya

Kenang peristiwa Kudatuli, Puti lakukan napak tilas di Surabaya Puti Guntur di Prasasti Cap Jempol Berdarah. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Cucu Presiden RI pertama, Puti Guntur Soekarno melakukan napak tilas peristiwa yang dianggap menjadi insiden Sabtu kelabu, yakni Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) pada tahun 1996 silam.

Napak tilas yang dilakukan di Jalan Pandigiling, Surabaya ini, Mbak Puti panggilan akrabnya, disambut oleh para simpatisan nasionalis. Ia juga diantarkan oleh sesepuh nasionalis, Luwih Soepomo yang mengajaknya melihat Prasasti Cap Jempol Berdarah.

Keberadaan prasasti ini dianggap sebagai bukti dari peristiwa perlawanan kaum nasionalis terhadap pemerintahan orde baru yang menuduh Proklamator Indonesia, Ir Soekarno seorang PKI.

"Prasasti ini adalah satu bukti militansi dan kecintaan warga Surabaya kepada Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri yang masih terpatri di dalam sanubari kita," kata Mbak Puti, Minggu (24/6).

Dia mengaku, perjuangan nasionalis dalam mempertahankan komitmennya menjadi dasar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. "Semangat inilah yang membuat saya menjadi mengerti betapa konsistensi dan komitmen di dalam pengabdian dan bekerja itu menjadi sangat penting. Konsistensi dan komitmen di dalam perjuangan itu menjadi segala-galanya," kata Mbak Puti.

Mbak Puti berharap dengan kedatangannya ke Prasasti Cap Jempol Berdarah ini bisa mengambil semangat kegotongroyongan dalam perjuangan 12 tahun lalu dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

"Karena ini masih dalam suasana Idul Fitri, saya juga sekaligus bersilaturahmi kepada teman-teman nasionalis yang telah membela kakek dan bulik saya," pungkasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP