Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemenkes: 68 Kasus Omicron di RI Mayoritas Miliki Riwayat Perjalanan ke Turki

Kemenkes: 68 Kasus Omicron di RI Mayoritas Miliki Riwayat Perjalanan ke Turki Ilustrasi virus Omicron. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan melaporkan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia mencapai 68. Bertambah 21 kasus dari data Selasa (28/12) kemarin masih 47 pasien.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mayoritas kasus Omicron merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki riwayat perjalanan ke Turki.

"Perjalanan keluar ini terutama memiliki riwayat terbanyak adalah dari negara Turki. Negara lainnya adalah satu atau dua kasus," katanya dalam konferensi pers, Rabu (29/12).

Selain Turki, beberapa kasus Omicron memiliki riwayat perjalanan ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, London, dan Amerika Serikat. Melihat riwayat perjalanan kasus Omicron, Nadia mengimbau WNI menahan diri untuk bepergian keluar negeri.

Terutama pada negara-negara yang mengontribusi kasus Omicron terbanyak di Indonesia. Nadia menambahkan, sebagian besar kasus Omicron yang terdeteksi sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Mayoritas kasus Omicron ini tidak menunjukkan gejala atau asimtomatik. Hanya sebagian kecil yang bergejala ringan.

Menurut Nadia, kondisi klinis pasien Omicron ini berkaitan dengan efektivitas vaksin yang mampu mengurangi keparahan penyakit. Kondisi serupa juga terjadi di negara lain yang sudah menemukan kasus Omicron.

"Artinya, kita sampaikan vaksin yang kita berikan memberikan efek perlindungan gejala sakit berat dan kematian," ujarnya.

Sebagai informasi, dari total kasus Omicron, satu di antaranya merupakan transmisi lokal. Dia merupakan laki-laki asal Medan, Sumatera Utara.

Dia tiba di Jakarta bersama sang istri pada 6 Desember 2021. Sebelum meninggalkan Medan, pasien menjalani tes Covid-19. Hasilnya negatif Covid-19.

Pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan keluar negeri dalam beberapa bulan terakhir. Pasien juga tidak melakukan kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri.

Pada 17 Desember 2021, pasien sempat mengunjungi salah satu restoran di SCBD (Sudirman Central Business District). Kemudian pada 19 Desember 2021, dia melakukan tes antigen. Hasilnya positif Covid-19.

Pasien tersebut melakukan tes antigen untuk keperluan perjalanan pulang ke Medan. Pada 20 Desember 2021, pasien menjalani tes PCR, hasilnya positif Covid-19.

Sampel pasien kemudian dilanjutkan dengan whole genome sequencing (WGS) di laboratorium GSI (Genomik Solidaritas Indonesia). Pada 26 Desember 2021, hasil WGS menunjukkan positif Omicron.

Meski terpapar Omicron, pasien tidak memiliki gejala. Saat ini, pasien menjalani isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP