Kemenhub Bersama Dekranas Beri Pelatihan Kewirausahaan untuk Pengrajin di Mandalika

Rabu, 11 November 2020 17:43 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Kemenhub Bersama Dekranas Beri Pelatihan Kewirausahaan untuk Pengrajin di Mandalika Kemenhub Bersama Dekranas Beri Pelatihan Kewirausahaan untuk Pengrajin di Mandalika. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para pengrajin pemula, Kecil dan menengah di Mandalika dan sekitarnya. Sebelumnya kegiatan serupa telah dilakukan di Likupang, Danau Toba dan Labuan Bajo.

Dalam acara penutupan pelatihan, Rabu (11/11), Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenhub sekaligus Ketua Bidang Wirausaha Baru Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Endang Budi Karya mengatakan Mandalika terus didorong pengembangan infrastrukturnya serta dipromosikan secara masif. Termasuk di antaranya adalah Pengembangan Bandara Internasional Lombok, pengembangan Pelabuhan Gilimas dan layanan transportasi bandara hingga kawasan Mandalika.

Untuk itu Sumber daya manusia di wilayah ini juga harus dipersiapkan agar tidak tertinggal dan dapat merasakan hasil pembangunan ini dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi yang sangat baik antar pemangku kebijakan dan kepentingan, baik dari kalangan Pemerintah Pusat maupun Daerah, Pihak Swasta dan BUMN, para penggiat karya, bersama akan menghasilkan Economic Rebound yang cepat.

"Dekranas memandang sangat penting untuk melakukan pembinaan dan pengembangan UKM Perajin di Mandalika. Dekranas sangat mengharapkan peran Dekranasda Provinsi, Kabupaten dan Kota di Nusa Tenggara Barat untuk terus menggali potensi produk kerajinan yang dapat dikembangkan dan selanjutnya memotivasi para Perajin sehingga lebih kreatif dan inovatif," ujar Endang.

Dalam sambutannya Endang Budi Karya mengatakan rangkaian kegiatan sinergi program Dekranas dengan Kementerian Perhubungan banyak menghasilkan karya-karya dan ilmu yang telah dicapai dari program sinergi ini.

"Berbagai kriya souvenir khas destinasi dengan identitas tradisional telah dibuat, dengan asuhan para mentor dan pelatih-pelatih pakar di bidangnya, para Perajin peserta pelatihan telah mampu menghasilkan kriya souvenir dengan desain yang kreatif, inovatif, dan kekinian sehingga sangat diminati pasar," katanya.

Selain itu, Endang juga mengingatkan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi desain namun tetap mempertahankan identitas tradisional.

kemenhub bersama dekranas beri pelatihan kewirausahaan untuk pengrajin di mandalika

©2020 Merdeka.com

"Karena trend desain produk kerajinan sangat cepat berubah peningkatan kreativitas dan inovasi desain perlu dilakukan, namun tetap mempertahankan identitas tradisional agar tetap harmoni dengan kekinian sehingga produk kerajinan menjadi produk yang sangat diminati dan mampu bersaing di pasar," pungkasnya.

Di akhir sambutannya Endang mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan mentor yang telah memberikan dan mentransfer ilmu, keahlian dan pengalamannya kepada seluruh peserta pada pelatihan. Serta, peserta pelatihan telah mengikuti dengan sangat serius, antusias dan telah menghasilkan karya-karya yang sangat menarik dan kualitas yang membanggakan.

"Kita semua berharap agar para peserta yang telah berlatih dapat menjadi perajin-perajin yang kreatif, inovatif dan produktif serta memperoleh manfaat bagi pengembangan produk kriya souvenir di Mandalika dan peningkatan pendapatan sebagai Wirausaha Kriya," harapnya.

Sebagai informasi Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, dimulai dari tanggal 7-11 November 2020 bertempat di Sheraton Senggigi Beach Resort.

Adapun materi pelatihan yang disampaikan antara lain:

1. Materi Kewirausahaan

2. Pelatihan Kerajinan Tangan

3. Promosi dan Distribusi

Peserta pelatihan berjumlah 100 (seratus) yang terbagi dalam 6 (enam) kelompok kerajinan, antara lain:

1) Kelompok Kerajinan Wastra 1 (Aneka Tas, Topi Pantai, Seminar Kit, Home Decor)

2) Kelompok Kerajinan Wastra 2 (Kaos, Masker, Sarung Pantai, dan Kipas)

3) Kelompok Kerajinan Wastra 3 (Outer)

4) Kelompok Kerajinan Kerang (Home décor, Piring, Mangkok)

5) Kelompok Kerajinan Patung Kayu (Boneka Adat NTB)

6) Kelompok Tamarin (Kaos, Kerudung/Jilbab). [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita Kemenhub
  3. Lombok Barat
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini