Kemenag kaji ilmu fikih agar berita 'hoax' lenyap dari medsos
Merdeka.com - Maraknya berita hoax atau tidak jelas yang beredar di media sosial mendapatkan perhatian serius dari banyak pihak, termasuk Kementerian Agama. Untuk mengatasinya, instansi ini tengah mendalami ilmu fikih sebagai landasan untuk melarang beredarnya informasi palsu.
"Ini sedang dikaji agar masyarakat Indonesia tidak terjebak dalam berita 'hoax' yang tidak jelas dengan landasan agama," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Selasa (3/1).
Menurut dia, Islam kaya dengan referensi yang mengajarkan agar Muslim tidak mengonsumsi dan menyebarluaskan berita-berita bohong. Intinya, kata dia, penting bagi masyarakat Indonesia yang religius dan mayoritas Muslim bisa lebih santun dan berhati-hati dalam bermedia sosial.
Di media sosial saat ini, lanjut dia, banyak bertebaran berita bohong maka perlu tabayyun atau proses klarifikasi keabsahan informasi. Berita hoax, berpotensi memecah belah persatuan bangsa karena isinya yang simpang siur dan cenderung provokatif.
"Karena di era digital ini, kita harus lebih cermat menyikapi dan menggunakan dunia maya media sosial. Jadi proses tabayyun adalah persyaratan agar kita lebih bijak," tuturnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya