Kemenag: Jangan Jadikan Medsos Alat Menyebarkan Fitnah dan Berita Bohong
Merdeka.com - Esensi Ramadan sejatinya untuk menahan diri dari berbagai bentuk keburukan dapat merusak harmoni sosial. Menjadi momen tepat untuk mendidik diri menjadi lebih santun, toleran, dan ramah untuk menciptakan perdamaian.
"Baik kepada umat Islam maupun kepada umat berbeda agama sehingga muncul ketentraman, kedamaian, menjauhkan dari sikap intoleransi," ujar Sekretaris Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Latihan Kementerian Agama Muharram Marzuki dalam keterangannya, Jumat (1/4).
Muharram menambahkan, bulan Ramadan menjadi momen tepat baik bagi pemerintah maupun para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memasifkan pencegahan radikalisme. Pemerintah, lanjutnya, bisa melibatkan semua unsur masyarakat yang berbeda suku, budaya dan agama.
"Ini momentum sangat berharga dan masif. Bulan Ramadan sebagai media silaturahmi," katanya.
Dia mengimbau masyarakat tidak hanya menahan lapar dan haus, namun juga menahan diri dari nafsu menyebarkan fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian yang akan membawa kemudharatan.
"Mulailah kita tidak menjadikan medsos sebagai alat untuk menyebarkan fitnah, berita bohong ataupun hal-hal yang mempengaruhi masyarakat menjadi resah. Itu dosa besar dan puasa baginya menjadi tidak ada artinya," tuturnya.
Menurutnya, Ramadan harus menjadi momen untuk sama-sama bersuka cita dan berbagi kebahagiaan serta menunjukkan bagaimana Islam dapat menjadi penyejuk dan rahmat bagi alam semesta. Sehingga dalam membangun kerukunan tidak ada istilah menggadaikan akidah, menggadaikan agama.
"Kita berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan dengan seluruh umat, itu yang dinamakan ibadah," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya