Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kelelahan dan 2 Kali Masuk Rumah Sakit, Petugas KPPS di Samarinda Meninggal

Kelelahan dan 2 Kali Masuk Rumah Sakit, Petugas KPPS di Samarinda Meninggal Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Penyelenggara Pemilu 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur, kembali berduka. Wahyu Saputra, petugas KPPS di TPS 139 kelurahan Sungai Pinang, malam ini meninggal di RS Dirgahayu. Jenazah Wahyu disemayamkan di rumah duka, untuk dimakamkan Rabu (15/5) besok.

Wahyu menghembuskan napas terakhirnya sekira pukul 18.52 WITA malam ini tadi, di usia yang masih relatif muda 28 tahun. Belum diketahui jelas penyakit bawaan yang diderita Wahyu.

"Awal kami tahu, almarhum kelelahan setelah menyelesaikan perhitungan suara. Kemudian istirahat di rumah," kata Ketua KPU kota Samarinda Firman Hidayat, kepada merdeka.com, Selasa (14/5) malam.

Dari keterangan keluarga, kondisi kesehatan sempat membaik, Wahyu beraktivitas seperti biasa. Bahkan, dia sempat menggunakan motor, untuk bepergian. "Kemudian ada jatuh dari motor, setelah itu masuk rumah sakit," ujar Firman.

"Kemudian almarhum keluar rumah sakit, kemudian masuk lagi di rumah sakit Dirgahayu. Saya sempat jenguk tanggal 5 Mei kemarin. Belum diketahui pasti almarhum sakit apa. Tapi yang jelas, secara fisik sehat, meski awalnya memang sempat kecapekan," tambah Firman.

Setelah dua kali masuk rumah sakit, kabar meninggalnya Wahyu, mengejutkan penyelenggara Pemilu di Samarinda. "Baru ini tadi kami terima kabar, Pak Wahyu meninggal," ungkap Firman.

Malam ini, Wahyu disemayamkan di rumah duka, di kawasan Jalan Merdeka IV. Rencananya, almarhum Wahyu akan dimakamkan di pemakaman muslimin di kawasan Gunung Lingai, Rabu (15/5) pagi. "Ini adalah yang keempat penyelenggara Pemilu di KPPS Samarinda meninggal. Kami sangat berduka," pungkas Firman.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP