Kekurangan Personel, Petugas Jogoboro Sulit Awasi Protokol Kesehatan di Malioboro
Merdeka.com - Wisatawan di kawasan Malioboro mengalami lonjakan di masa libur panjang akhir pekan ini. Akibat lonjakan wisatawan ini, kondisi di Malioboro tak tertata dengan baik.
Kondisi Malioboro di masa liburan panjang ini mendapatkan sorotan dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Dia meminta kepada UPT Malioboro untuk konsisten mengatur wisatawan yang masuk ke kawasan Malioboro.
"Yang penting betul-betul UPT-nya di Malioboro konsisten. Kalau memang didata ya didata (wisatawan yang datang), jangan ditinggal. Sehingga (Malioboro) penuh (wisatawan)," katanya di Yogyakarta, Senin (17/8).
Dia menyampaikan jika dirinya sempat melintasi kawasan Malioboro pada Minggu (16/8). Saat itu Sultan menyaksikan jika petugas yang mestinya berjaga di zona-zona tidak terlihat.
"Kan mestinya dibatasi 500 (jumlah wisatawan per zona). Yang jaga juga tidak ada tadi malam. Berarti kan ndak konsisten," tegasnya.
Kepala UPT Malioboro, Ekwanto mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan di Malioboro mengalami lonjakan saat libur panjang. Dia menuturkan, jumlah personel Jogoboro mengalami keterbatasan sehingga tak maksimal.
"Untuk petugas Jogoboro yang jumlahnya 36 bertahan di titik zona, karena itu tidak bisa mobile. Untuk itu kami minta Satpol PP dan Dishub untuk membantu baik mengurai kerumunan dan mengarahkan jalan pengunjung," ungkapnya.
Dia mengurai, personel Jogoboro dengan jumlah yang terbatas sudah dikerahkan baik untuk memeriksa suhu badan wisatawan maupun mengarahkan agar melakukan QR Code untuk pendataan.
"Di satu sisi kalau kami dianggap tidak konsisten ada betulnya, tetapi apa boleh buat saat kondisi ramai kita tidak bisa membantu menyeberangkan wisatawan misalnya. Karena bisa menambah persoalan nanti. Jadi kalau ada yang bilang Jogoboro tidak ada yang mengatur (wisatawan), itu karena kami memang kehabisan personel," tutupnya. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya