Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kekeringan, Warga Karawang Gali Bebatuan di Sungai Mengering Demi Dapatkan Air

Kekeringan, Warga Karawang Gali Bebatuan di Sungai Mengering Demi Dapatkan Air Warga Karawang Gali Bebatuan di Sungai Mengering Untuk Dapatkan Air. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Sulitnya mendapatkan air bersih benar benar dirasakan masyarakat Karawang. Khususnya mereka yang berdiam di wilayah selatan. Seperti dialami warga tiga kecamatan yakni Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Pangkalan serta Kecamatan Ciampel. Sejak lama mereka mengalami krisis air bersih.

Saking sulitnya mencari sumber air, warga desa Mulangsari dan Kertasari, Kecamatan Pangkalan, mulai menggali bebatuan di dasar sungai Cigentis yang mengering. Tujuannya mencari sisa air yang bisa dimanfaatkan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari.

"Untuk mendapatkan air bersih, warga menggali bebatuan di aliran sungai Cigentis yang sudah mengering, " kata salah seorang warga, Sukanta, Minggu (25/8).

warga karawang gali bebatuan di sungai mengering untuk dapatkan air

Sukanta menyebutkan, rata - rata kedalaman galian mencapai lebih dari satu meter. Supaya mampu menampung air resapan. Nantinya air tersebut digunakan warga untuk minum dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Hal tersebut sudah dilakukan selama delapan bulan terakhir lantaran sumur milik warga mengering.

"Delapan bulan dilanda kemarau panjang, rawan krisis air bersih saat musim kemarau," katanya.

Sanusi (65) warga Kertasari, Kecamatan Pangkalan, mengaku kesulitan mendapatkan sumber air bersih.

"Kita gali sungai, menunggu ada resapan dan lubang galian mulai terisi air. Pertama airnya pasti keruh. Setelah didiamkan, setelah bening baru diambil airnya," ucap Sanusi.

warga karawang gali bebatuan di sungai mengering untuk dapatkan air

Namun sebelum digunakan air dari resapan biasanya mereka diendapkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Maklum saja jika tidak masih banyak kotoran yang terbawa serta mengkontaminasi air. Ditambahkan Sanusi, galian di sungai itu hanya bisa diambil dua atau tiga kali saja setelah proses pembuatan kubangan.

"Karena airnya juga sedikit. Jika sudah begitu warga akan berpindah lagi mencari lokasi baru dan di gali lagi," jelas Sanusi.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP