Kedapatan bawa sajam, 2 pelajar SMP di Yogyakarta ditangkap polisi
Merdeka.com - Dua orang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) swasta di Yogyakarta ditangkap kepolisian karena kedapatan membawa senjata tajam (sajam). Kedua bocah berinisial L (13) dan K (14) itu ketahuan membawa sajam saat pihak kepolisian menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta, Minggu (12/3) dini hari.
Keduanya membawa pedang dan celurit. Namun, celurit yang diamankan terbuat dari cakram rem sepeda kendaraan motor yang dipotong dan kemudian dibentuk seperti clurit.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Yogyakarta, Kompol Akbar Bantilan, kedua pelajar terjaring razia serentak di seluruh wilayah Kota Yogyakarta usai terjadinya pengeroyokan dan penusukan di Jalan Kenari, Yogyakarta. Insiden pengeroyokan itu menyebabkan seorang pelajar SMP meninggal usai tertusuk di bagian dada sebelah kanan.
"Keduanya berboncengan. Saat digeladah keduanya membawa senjata tajam. Saat diperiksa diketahui bahwa keduanya ternyata masih duduk di SMP," ujar Akbar, Senin (13/3).
Akbar menambahkan, salah satu anak ternyata tinggal di kos bersama kakaknya dan jauh dari pengawasan orangtua. Padahal, lanjut Akbar, peran orangtua sangatlah penting untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan di kalangan pelajar.
"Orangtua pelajar itu berada di Lampung. Peran orangtua dalam melakukan pengawasan kepada pelajar sangatlah penting. Misalnya malam hari, anak jangan keluar rumah," papar Akbar.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang pelajar bernama Ilham Bayu Fajar (15) tewas dikeroyok oleh sekelompok orang tak dikenal. Ilham diserang sekelompok orang saat sedang berboncengan dengan kakaknya sepulang bermain biliard.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya