Kecam Pembakaran Alquran, Massa di Malang Bakar Foto Rasmus Paludan
Merdeka.com - Massa yang menamakan diri Muslim Malang Bergerak (MMB) menggelar aksi membakar foto politikus Denmark, Rasmus Paludan di Bundaran Alun Alun Tugu Kota Malang, Jumat (27/1). Massa mengecam aksi provokatif pemimpin Partai Stram Kurs itu membakar Alquran.
Rasmus di antaranya melakukan aksi pembakaran Alquran di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, belum lama ini.
Aksi puluhan massa di depan Balai Kota Malang itu diawali dengan membentangkan aneka poster dan spanduk. Kalimat bernada kecaman dan motivasi ajakan berjuang di jalan Islam dibentangkan di pinggiran Jalan Tugu.
Beberapa kalimat di antaranya, 'Semakin Kalian Hinakan Alquran, Semakin Kuat Tekad Kami Menerapkan', 'Hari Ini Kita Membela Alquran, di Akhirat Nanti Alquran yang Akan Membela Kita', 'Islamphobia is Racial Stigma', 'Jika Diam Saat Agamamu Dihina , Maka Gantilah Bajumu Dengan Kain Kafan', dan lain-lain.
Aksi diisi orasi sejumlah tokoh Islam di Malang Raya. Orasi dari atas mobil sound system itu mengecam dan menyuarakan untuk mengambil tindakan atas perilaku anti-Islam tersebut.
"Aksi ini murni gerakan hati para muslim Malang, yang tergerak hatinya karena tidak terima Kitab Suci Alquran dibakar," tegas orator yang diikuti takbir oleh para peserta aksi.
Aksi juga diisi dengan orasi dan pembacaan doa yang dipimpin salah seorang yang dikenalkan sebagai cicit Rasulullah (Habib). Aksi selanjutnya ditutup dengan pembacaan sikap oleh Kordinator Lapangan (Korlap) Muslim Malang Bergerak, Eko Cahyono.
Tujuh point pernyataan sikap dibacakan, di antaranya mengutuk keras perbuatan Rasmus Paludan, karena dianggap memprovokasi umat Islam dan berpotensi memancing aksi balasan atas kekecewaan umat.
Aksi Rasmus Paludan sebagai bukti nyata bahwa Islamphobia masih tumbuh subur di Eropa. Masyarakat Eropa seharusnya menekan sikap permusuhan terhadap Islam dan mengajak umat manusia untuk saling menghormati keyakinan agama masing-masing.
Sikap Rasmus Paludan dinilai telah mencederai keharmonisan umat beragama. Namun, peserta aksi meminta agar umat Islam tidak terprovokasi dan menyikap secara arif dan bijak atas perilaku provokatif itu.
Pada akhir unjuk rasa, perwakilan massa aksi mengeluarkan foto Rasmus Paludan. Mereka menyulut foto tersebut dengan korek api, sebagai tanda kecaman atas tindakannya.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya