Kayu Illegal Logging Hutan Lindung Nunukan Disita, Pelaku Belum Terungkap

Jumat, 30 November 2018 22:30 Reporter : Saud Rosadi
Kayu Illegal Logging Hutan Lindung Nunukan Disita, Pelaku Belum Terungkap Kayu hasil illegal logging hutan lindung Nunukan disita. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Satgas TNI Pamtas RI-Malaysia, menyita 13 kubik kayu ilegal hasil pembalakan liar di hutan lindung Nunukan, Kalimantan Utara. Selama November 2018 ini, total diamankan ada 21 kubik kayu ilegal, hasil dari patroli satgas Pamtas TNI RI-Malaysia dari Yonif Raider 613/Raja Alam.

Belasan batang kayu itu disita petugas pada Selasa (27/11) siang lalu, sekira pukul 11.00 Wita. Sebelumnya, masyarakat melaporkan, maraknya pembalakan liar di kawasan hutan lindung.

"Kayu-kayu itu diduga hasil kegiatan illegal logging di kawasan hutan lindung," kata Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, Letkol Inf Fardin Wardhana, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/11).

Menurut Fardin, penyitaan 13 batang kayu hasil pembalakan liar itu, merupakan kedua kalinya selama tim berpatroli dalam hutan. "Jenisnya macam-macam. Ada kayu ulin, bengkirai dan jenis meranti. Jadi bulan ini, kita sudah menyita 21 kubik kayu," ujar Fardin.

Fardin menerangkan, penyitaan itu berawal dari patroli bareng Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara. Saat penyisiran, ditemukan tumpukan kayu berbagai jenis. "Kayu-kayu itu diletakkan di berbagai tempat di kawasan hutan lindung, dan tersamar untuk menghindari temuan dari petugas," ungkap Fardin.

Menurut informasi masyarakat, kegiatan pembalakan liar kerap terjadi di daerah perbatasan Kabupaten Nunukan. "Ini juga bukan pertama kali tim melakukan patroli dan penertiban," sebut Fardin.

"Aktivitas illegal logging jelas-jelas melanggar hukum. Ini sangat disayangkan. Kita upayakan menekan dan meminimalisir kegiatan illegal logging ini dengan patroli rutin, juga penyuluhan masyarakat," tutup Fardin. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini