Kasus Suap Fasilitas Mewah, Mantan Kalapas Sukamiskin Menghuni Rutan Kebonwaru

Senin, 19 November 2018 15:28 Reporter : Aksara Bebey
Kasus Suap Fasilitas Mewah, Mantan Kalapas Sukamiskin Menghuni Rutan Kebonwaru KPK periksa Wahid Husein dan Dudy Jocom. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Tersangka kasus suap, mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein menjalani masa pengenalan lingkungan di Rumah Tahanan Klas 1 Kebonwaru, Kota Bandung. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya sudah merampungkan berkas penyidikan empat tersangka kasus dugaan suap fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Karutan Klas 1 Kebonwaru Bandung, Heri Kusrita mengatakan bahwa Wahid dilimpahkan KPK pada Jumat pekan lalu bersama ajudannya Hendry Saputra.

"(Wahid) menjalani Mapenaling (masa pengenalan lingkungan). Dititipkan di sini," katanya saat dihubungi, Senin (19/11).

Heri memastikan bahwa dia tidak akan memberikan fasilitas atau perlakuan istimewa kepada Wahid Husein yang juga pernah menjabat sebagai Karutan Kebonwaru Bandung.

Saat ini, wahid dan ajudannya masih ditempatkan satu sel. Setelah menjalani mapenaling selama beberapa hari, Wahid dan ajudannya akan ditempatkan dengan tahanan lain.

"Selnya masih dengan Hendry untuk sementara waktu. Nanti akan dipisah," kata Heri.

Selain Wahid dan Hendry, KPK juga melimpahkan penyuap Wahid, Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat. Keduanya dilimpahkan KPK ke Lapas Sukamiskin Bandung.

Pelimpahan empat tersangka ke Bandung ini guna proses persidangan. Keempatnya akan menjalani persidangan di pengadilan tipikor PN Bandung. Meaki begitu, jadwal sidang untuk kasus ini belum diketahui.

Diberitakan sebelumnya, KPK merampungkan berkas penyidikan empat tersangka dalam kasus suap di Sukamiskin. Mereka adalah mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein, terpidana suap proyek Bakamla Fahmi Darmawansyah, ajudan Kalapas Sukamiskin Hendry Saputra, dan orang kepercayaan Fahmi Darmawansyah bernama Andri Rahmat.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK telah memeriksa sebanyak 40 saksi untuk para tersangka. 40 saksi tersebut terdiri dari Dokter di Lapas Sukamiskin, Dirjen Pemasyarakatan, Anggota jaga regu 4 Lapas Sukamiskin, staf keamanan di kesatuan Lapas Sukamiskin, serta pihak swasta.

KPK mengungkap adanya suap peizinan dan fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen.

Dalam operasi senyap itu KPK menemukan ada sel mewah yang memiliki pendingin udara, pemanas air, kulkas hingga toilet duduk. Sel tersebut diketahui dihuni oleh Fahmi Darmawansyah selaku narapidana kasus suap proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Wahid dan Fahmi pun dijadikan tersangka dalam kasus ini bersama dua orang lainnya. Yakni Andri yang merupakan tahanan pendamping Fahmi serta Hendry Saputra selaku orang kepercayaan Wahid.

Wahid diduga menerima suap berupa uang Rp 279.920.000 dan USD 1.400 serta dua mobil jenis Mitsubishi Fortuner dan Mitsubishi Triton Exceed yang kini sudah diamankan pihak KPK.

Sementara itu, dua tersangka lain ditempatkan di Lapas Sukamiskin. Kalapas Sukamiskin Tejo Harwanto menyatakan bahwa Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat sudah berada di dalam sel. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini