Kasus Setnov, KPK buka kemungkinan jadikan Hilman Mattauch tersangka

Rabu, 10 Januari 2018 19:36 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Hilman Mattauch diperiksa KPK. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan tersangka kuasa hukum Ketua DPR nonaktif Setya Novanto, Fredrich Yunadi dan dokter yang merawat Novanto, Bimanesh Sutarjo di RS Permata Hijau, Jakarta Barat. Mereka diduga menghalang-halangi penyidikan dalam perkara korupsi mega proyek e-KTP.

Selain mereka berdua, KPK tidak menutup kemungkinan keluarga Setya Novanto dan Hilman Mattauch, mantan kontributor stasiun TV swasta ditetapkan sebagai tersangka. Hilman diketahui mengendarai mobil yang ditumpangi Novanto saat kecelakaan.

"Saksi lainnya bisa saja dalam pengembangan kalau kita bisa buktikan baik keluarga ataupun HM (Hilman). Maka untuk berikutnya bisa saja jadi tersangka," kata Wakil pimpinan KPK, Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/1).

Diketahui sebelumnya, Hilman sudah diperiksa penyidik KPK dua kali. Pertama pada Selasa (12/12). Kemudian, Selasa (8/1) Hilman kembali diperiksa. Sebelumnya, Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya masih mendalami lebih lanjut mengenai peristiwa kecelakaan tunggal tersebut.

"Masih terkait proses sebelumnya, kita mendalami peristiwa seputar kecelakaan SN di pertengahan November 2017 lalu," ujar Febri, Selasa (9/1).

Pemeriksaan terhadap Hilman hari ini bukanlah yang pertama kali. Senin (11/12) Hilman juga penuhi panggilan penyelidik KPK.

"Itu materi buat penyelidikan," ujar Hilman usai memberi keterangan di gedung KPK Merah Putih, Senin (11/12).

Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai penyelidikan yang dimaksud. Sementara itu, saat disinggung mengenai Setya Novanto, Hilman bergegas pergi meninggalkan gedung KPK untuk ke Mapolda Metro Jaya.

"Bukan (penyelidikan terhadap Setya Novanto). Penyelidikan. Bukan penyidikan," ujarnya singkat.

Seperti diketahui, saat kecelakaan tunggal terjadi melibatkan Hilman di dalamnya. Hilman pun ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

"Kami kenakan Undang-Undang lalu lintas, Lex Specialis ini. Di Pasal 28 itu Juncto Pasal 310. Ancaman tiga bulan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Raden Prabowo Argo Yuwono. [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.