Kasus sengketa tanah, Walkota Makassar kunjungi warga Bugis di Bali
Merdeka.com - Ratusan warga Bugis masih tetap bertahan tinggal di tenda-tenda dan aula masjid di Serangan Bali. Mereka dieksekusi dari rumahnya karena terjadi sengketa tanah sesama warga Bugis.
Bahkan, mereka tidak mau balik ke Bugis, Makassar lantaran tidak punya lagi kerabat dan kampung halaman. Mereka tetap merasa Serangan adalah tempat tinggalnya.
Wujud keprihatinan juga ditunjukkan oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramadhan Danny Pomanto yang datang langsung ke lokasi penampungan warga Bugis.
Selain memberikan sumbangan untuk makan, Danny juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah setempat di Bali yang masih mau menerima warganya dan peduli terhadap warganya dalam memberikan berbagai bantuan.
Dirinya juga menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di Serangan bukan dengan warga Bali. Tetapi murni masalah hukum antara warga Bugis dalam hal sengketa tanah.
"Saya berterima kasih teramat sangat terhadap pemerintah setempat di Bali. Juga terhadap semua golongan masyarakat Bali yang memberikan perhatiannya terhadap warga kami asal Bugis. Untuk itu saya ada di sini dan saya tegaskan bahwa ini adalah masalah hukum bukan orang Bugis dengan orang Bali. Ini hebatnya Bali yang tetap menjaga NKRI bahkan mereka begitu besar berikan perhatiannya kepada warga bugis," kata Danny di Serangan Denpasar Selatan, Minggu (8/1).
Sementara itu, Lurah Serangan Wayan Karma mengatakan bahwa sebelumnya dari pihak kelurahan juga telah memberikan bantuan berupa enam unit tenda untuk tempat tinggal ratusan warga Bugis.
Namun hal itu dirasa masih kurang mngingat masih banyak warga yang tidur di masjid. "Kita terus perhatikan kesehatan dan makan mereka. Terpenting menghilangkan rasa trahoma anak-anak saat eksekusi itu terjadi," pungkasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya