Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Tembus 2.000 Orang Sehari

Sabtu, 24 Juli 2021 19:15 Reporter : Saud Rosadi
Kasus Positif Covid-19 di Kaltim Tembus 2.000 Orang Sehari Tim gabungan gelar tes usap antigen di Solo. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Penambahan kasus positif harian Covid-19 di Kalimantan Timur mencapai rekor 2.106 hari ini. Penambahan itu mengerek angka kasus positif aktif menjadi 19.613 kasus.

Penambahan tertinggi kasus positif dari Balikpapan 505 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan menjadi 26.704 kasus.

"Sedangkan untuk total kasus konfirmasi positif di Kalimantan Timur hari ini mencapai 105.168 kasus," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak, Sabtu (24/7).

Angka kasus pasien sembuh hari ini mencapai 858 kasus, dan total kasus sembuh mencapai 82.730 kasus. "Sedangkan untuk angka kematian menjadi 2.825 kasus hari ini setelah bertambah 71 kasus meninggal baru," ujar Andi.

Dengan demikian, lanjut Andi, angka kasus positif aktif atau pasien berstatus perawatan di Kalimantan Timur saat ini ada 19.613 kasus. Kota Balikpapan masih tertinggi dengan 6.556 kasus. "Ada 1.741 orang yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," terang Andi.

Di kabupaten Kutai Kartanegara di mana per hari ini memiliki 3.287 kasus positif aktif, fasilias kesehatan sudah kewalahan menampung pasien kasus Covid-19. Dinas Kesehatan menyiasati dengan menjadikan gedung pertemuan Putri Karang Melenu (PKM) sebagai pusat karantina.

"Di Karang Melenu, menerima pasien-pasien seperti isoman transit yang tidak tertampung di IGD rumah sakit dan kita bantu oksigen. Kita siapkan tenaga dan peralatan. Karena pasien isoman ini tidak mudah untuk dijaga," kata Kadinkes Kutai Kartanegara dr Martina Yulianti, melalui penjelasan virtual dia sore ini.

Martina merinci, di antaranya saat ini di RSUD AM Parikesit misalnya merawat 300-an pasien Covid-19 dan pusat karantina Wisma Atlit terisi 200-an orang pasien. Belum termasuk RSUD di Samboja dan di kecamatan Kota Bangun.

"Di Karang Melenu memang pelayanan tidak sebaik di RSUD Parikesit karena untuk sementara menampung pasien, supaya tidak menolak pasien. Semua upaya dilakukan tapi akan menjadi bertolak belakang apabila seluruh masyarakat tidak berperan aktif memutus mata rantai penularan Covid-19. Semua faskes tidak akan pernah cukup," pungkas Martina. [bal]

Baca juga:
Ketua Satgas: Prokes dan Vaksinasi Dua Cara Terlindung dari Covid-19
Wali Kota: Keterisian Tempat Tidur RS di Semarang Mencapai 57 Persen
DPR Minta Pemerintah Fokus Atasi Covid-19 & Hindari Manajemen 'Asal Bapak Senang'
Gubernur Gorontalo Marah Insentif Belum Dibayar, Ancam Suruh Nakes Mogok Kerja
Stok Menipis, Pemprov Sumbar Minta Tambahan 800 Ribu Vaksin Covid-19

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. Kalimantan Timur
  4. Samarinda
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini