Kasus pipa Pertamina patah, polisi sita Kapal MV Ever Judger
Merdeka.com - Kapal MV Ever Judger 2 disita polisi saat sedang tambat di perairan Pelabuhan Semayang, Kalimantan Timur, Selasa (24/4). Kapal berbendera Panama itu dijadikan barang bukti dalam kasus patah dan putusnya pipa penyalur minyak mentah Pertamina di Teluk Balikpapan.
"Sesuai perintah Pengadilan Negeri Balikpapan," kata Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltim Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yustan Alpiani di Jetty Chevron di Pelabuhan Semayang. Dikutip dari Antara.
Menurut Alpiani, polisi memasang poster tanda penyitaan di kapal, dan mulai Selasa malam menempatkan empat personel berjaga di kapal. "Bergantian, dengan dua sif," terangnya.
Anak buah kapal berbobot mati 80.000 ton tersebut akan diurus sepenuhnya oleh agen kapal. Sejak diselamatkan dari kebakaran minyak yang tumpah pada Sabtu tersebut, mereka tidak lagi naik ke kapal.
Namun demikian, polisi meminta Imigrasi mencekal mereka untuk keperluan penyidikan. Mereka juga termasuk dalam 54 orang yang sudah diperiksa polisi sebagai saksi.
Penyitaan ini dilakukan setelah 22 hari polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Penyitaan dilakukan setelah pipa yang patah berhasil diangkat dan disusun di darat seperti kondisinya di bawah laut.
Kapal MV Ever Judger 2 adalah kapal kargo curah. Masuk ke perairan Teluk Balikpapan pada Kamis (29/3) untuk mengambil muatan batu bara di Jetty Gunung Bayan di utara Teluk Balikpapan.
Pada Jumat (30/3) malam, menurut Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semayang Sanggam Marihot, kapal sudah kembali mengarah ke laut lepas dengan kargo 78.000 ton batu bara.
Namun, menurut Kombes Alpiani, pada Sabtu dini hari, saat diketahui tumpahan minyak mulai menyebar, hanya MV Ever Judger yang ada di titik patahan pipa Pertamina.
Tumpahan minyak kemudian menjadi kebakaran besar di laut pada pukul 10.30-11.30 siang, menewaskan lima pemancing di Teluk Balikpapan, dan kemudian minyak menyebar mencemari kawasan seluas 12,7 ribu hektare yang membuat satu mamalia laut langka pesut Orcaella brevirostris ditemukan tewas keesokan harinya.
Garis pantai sepanjang 150 km juga tercemar dan ribuan orang di Balikpapan dan Penajam mengalami sesak napas, mual-mual, dan muntah karena tidak kuat mencium bau minyak.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya