Kasus Penipuan Akreditasi Label Halal, Polisi Sebut Stafsus Wapres Ma'ruf Cuma Saksi

Senin, 2 Desember 2019 17:05 Reporter : Ronald
Kasus Penipuan Akreditasi Label Halal, Polisi Sebut Stafsus Wapres Ma'ruf Cuma Saksi Kelompok Perusuh yang Diamankan Saat Pelantikan Presiden. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Penyidik Mabes Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap staf khusus Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Lukmanul Hakim atas dugaan penipuan akreditasi sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dari hasil pemeriksaan, Lukmanul dinyatakan tak terbukti bersalah.

"Yang bersangkutan kan setelah kita melakukan penyelidikan kemudian kita lakukan konfirmasi kepada pelapor, kepada saksi setelah melakukan semuanya lakukan gelar perkara yg bersangkutan ternyata tidak melakukan, dia sebagai saksi," kata Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono di RS Polri, Jakarta Timur, Senin (2/12).

Kata Argo, dalam kasus ini penyidik telah menetapkan seorang tersangka yang saat ini tengah berada di luar negeri. Kendati demikian, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini tak menjelaskan siapa tersangka tersebut.

"Tersangkanya ada di luar negeri, inisial MA itu ya, dan kemudian kita juga masih komunikasi seperti apa ya nanti kasusnya," ujarnya.

Lebih lanjut terkait keberadaan di luar negeri, Argo mengaku saat ini penyidik tengah membahas oleh kepolisian luar negeri.

"Nanti kita komunikasikan dengan intelijen, (keluarkan) red notice juga ada syarat-syaratnya ya," pungkasnya.

Sebelumnya, nama staf khusus Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Lukmanul Hakim mendapat sorotan. Staf khusus bidang Ekonomi dan Keuangan ini pernah dilaporkan atas dugaan penipuan akreditasi sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada saat itu, Lukmanul menjabat sebagai Direktur LPPOM MUI.

Mabes Polri membenarkan tengah mengusut kasus tersebut. Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan, saat ini perkara yang menyeret nama Lukmanul tengah ditangani Bareskrim Polri.

"Ini merupakan tindak lanjut dari penanganan di Polres Bogor tepatnya pada 2017 lalu dan dilimpahkan ke Bareskrim Polri dan lanjut penyidikannya oleh Bareskrim Polri," kata Asep Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (27/11). [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini