Kasus Pengeroyokan, Kader NasDem Laporkan Ketua PDIP Bekasi ke Polisi

Senin, 13 Mei 2019 21:31 Reporter : Adi Nugroho
Kasus Pengeroyokan, Kader NasDem Laporkan Ketua PDIP Bekasi ke Polisi ilustrasi pemukulan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi berinisial SL diadukan ke Polres Metro Bekasi atas kasus dugaan pengeroyokan. Pelapornya adalah Kader Partai NasDem, Taih Minarno.

Dihubungi merdeka.com, Taih mengaku dikeroyok di sekitar Lapangan Serbaguna, Tambun Selatan pada Minggu (12/5) dini hari. Taih mengaku dikeroyok empat orang usai menghadiri rapat pleno rekapitulasi suara Pileg DPR RI tingkat Kecamatan Tambun Selatan sebagai saksi dari Partai NasDem.

"Saya sudah diperiksa oleh penyidik, ditanya seputar kejadian dan orang yang mengeroyok," ujar Taih Senin (13/5) malam.

Taih menuturkan peristiwa pengeroyokan yang menimpanya bermula ketika SL yang merupakan ketua DPC PDI Perjuangan memanggilnya. Ketika dipanggil, Taih sedang diwawancara wartawan.

"Saya datang, dia (SL) bilang 'sok tahu lu', tak lama kemudian dilempar kursi plastik kena badan," ujar Taih.

Usai pelemparan itu, Taih menyebut ada empat orang mengeroyoknya. Taih mengaku hanya bisa melindungi diri menggunakan tangan kosong. Usai pengeroyokan, Taih dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi.

Taih telah melaporkan SL dan kawan-kawan ke Polres Metro Bekasi pada Minggu (12/5) pagi sekitar pukul 06.30 WIB dengan nomor: LP/498/356-SPKT/K/V/2019/Restro Bekasi. Ia mengadukan SL dan kawan-kawan sesuai dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito mengaku pihaknya telah menerima laporan Taih. "Masih dalam penyelidikan," ujar Rizal.

Dikonfirmasi terpisah, SL tak mempermasalahkan laporan tersebut. "Sah-sah saja Taih melaporkan atas nama saya," ujar SL.

Tapi, SL membantah telah memukuli Taih atau melempar kursi. Menurut dia, di lokasi kejadian kondisinya gelap, sedangkan posisinya di sudut diantara relawan-relawan pendukung Capres-cawapres 01.

"Memang ada bangku melayang dua, entah darimana saya juga enggak tahu, di depan saya meja, di depan saya ada kawan-kawan, enggak mungkin dari saya (lemparan bangku) posisinya terjepit," ujar dia.

Menurutnya, saksi-saksi di lapangan bakal menjelaskan kejadian sebetulnya.

"Tadi saya juga sudah ke rumah sakit walaupun ditolak, (kalau dilanjut) monggo silakan dengan bukti - bukti ya enggak masalah, apalagi damai," ujar dia.

Menurut dia, pengeroyokan bermula ketika Taih yang merupakan Caleg Dapil V datang Tambun yang merupakan Dapil III. "Dia punya kepentingan di Jatimulya jangan sampai (kotak suara) dibongkar. Nah saya baru tahu hari ini bahwa ada penggelembungan suara," ujar dia. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Pengeroyokan
  2. PDIP
  3. Partai Nasdem
  4. Bekasi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini