Kasus pencabulan, LPSK dan KPAI sidak ke TK Negeri Mexindo di Bogor

Rabu, 23 Agustus 2017 23:46 Reporter : Radeva Pragia Bempah.
Kasus pencabulan, LPSK dan KPAI sidak ke TK Negeri Mexindo di Bogor ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bersama Komisi Perlindungan anak Indonesia (KPAI) mendatangi TK Negeri Mexindo, Rabu (23/8). Kedatangan kedua lembaga itu untuk memantau dan melakukan pengawasan secara langsung terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di sekolah tersebut.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listiarti mengatakan, pihaknya tidak bisa serta-merta menelan semua informasi yang diterima, baik melalui pemberitaan di media massa atau pun di media sosial. Kunjungannya ke sekolah tersebut, sambung Retno, untuk mengumpulkan keterangan yang berimbang.

"Kami harus mengumpulkan keterangan dan informasi yang berimbang. Nanti kan kami kroscek lagi. Tadi, pihak sekolah juga kooperatif dan terbuka dengan kedatangan kami," ujar Retno.

Retno menambahkan, pihak sekolah sangat kooperatif dan terbuka dalam menyampaikan segala informasi yang dibutuhkan. Dia menilai, tindakan sekolah sejauh ini sudah sesuai prosedur dengan berupaya memberikan perlindungan kepada anak-anak di sana serta melakukan pendampingan.

"Sebetulnya, pihak sekolah itu menunggu hasil penyidikan kepolisian," kata Retno.

Pada dasarnya, lanjut Retno, keluarga korban tidak pernah mengadu atau melaporkan kasus itu kepada LPSK ataupun KPAI. Meski begitu, kedua lembaga tersebut sepakat akan terus memantau kasus yang sudah berjalan hampir 4 bulan ini.

"Tapi apapun yang berkaitan dengan anak, kami akan melakukan pengawasan untuk memastikan perlindungan terhadap anak ditegakkan," ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Susilaningtias menuturkan, pada prinsipnya, pihaknya sudah memberikan perlindungan kepada korban dan saksi terkait dengan kasus ini.

Lanjut dia, pihaknya juga akan menemui korban untuk melihat kondisinya serta kepolisian untuk mengetahui bagaimana proses kelanjutan kasus itu.

"Kita bantu jika anak itu butuh medis, layanan bantuan psikologis jika yang bersangkutan trauma. Mungkin dia bisa membantu proses penyidikan jika sudah pulih kondisinya," tuturnya. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini