Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Berakhir Damai, Pelaku Minta Maaf ke Korban

Senin, 4 Februari 2019 18:38 Reporter : Purnomo Edi
Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Berakhir Damai, Pelaku Minta Maaf ke Korban Konferensi Pers di UGM terkait kasus pemerkosaan mahasiswi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) berinisial AN saat menjalani KKN di Pulau Seram dengan terlapor HS, berakhir dengan kesepakatan damai. Kesepakatan damai ini dilaksanakan usai HS maupun AN bertemu di depan Rektor UGM Panut Mulyono, Senin (4/2).

Rektor UGM menyampaikan jika usai pertemuan yang dilakukan di ruang Rektor UGM itu, keduanya telah sepakat berdamai. Sebagai bentuk perdamaian, baik HS maupun AN pun menandatangani surat nota perdamaian bermaterai. Selain HS maupun AN, dalam surat itu juga ditandatangani oleh Panut selaku saksi.

Panut menjabarkan saat penandatanganan nota kesepakatan, kedua belah pihak telah dengan ikhlas dan lapang dada menerimanya. Panut menerangkan saat dilakukan kesepakatan damai, HS selaku terlapor pun telah menyatakan permintaan maaf kepada AN dan disaksikan oleh pihak UGM.

"HS telah mengatakan menyesal dan mengaku bersalah dan memohon maaf atas perkara yang terjadi pada bulan Juni 2017 kepada pihak saudari AN dengan disaksikan oleh pihak UGM. Untuk itu UGM menyatakan perkara ini sudah selesai," ujar Panut di Ruang Rapat Rektor UGM, Senin (4/2).

Panut menambahkan usai nota kesepakatan damai terjadi, pihaknya mengharuskan kepada HS dan AN harus mengikuti mandatory konseling dengan psikolog klinis. Psikolog itu bisa dari UGM maupun psikolog lain yang ditunjuk oleh HS maupun AN.

"Untuk saudara HS harus menjalankan mandatory konseling. Sedangkan AN menjalankan trauma konseling. UGM memfasilitasi dan menanggung dana konseling baik yang dilakukan saudara HS maupun saudari AN," pungkas Panut. [cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini