Kasus Pelemparan Kotoran Manusia di Samarinda Berujung Damai

Jumat, 29 November 2019 19:36 Reporter : Saud Rosadi
Kasus Pelemparan Kotoran Manusia di Samarinda Berujung Damai Bangunan Langgar yang jadi sasaran pelemparan kotoran. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Kasus pelemparan kotoran manusia ke bangunan Langgar Nurul Jannah di Samarinda oleh Candra Andika (34), warga Sambutan, berujung damai. Kedua belah pihak, warga dan keluarga Candra, sepakat tidak meneruskannya ke jalur hukum.

"Hasil dari rembuk warga dan keluarga pelaku, diselesaikan secara kekeluargaan. Masalahnya sudah clear," kata Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol IKG Suardana, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (29/11) malam.

Suardana menerangkan, dari rembuk itu disepakati tidak ada pelaporan dari kedua belah pihak ke kepolisian. "Kita tidak mendalami lagi motif pelaku melakukan pelemparan itu," ujar Suardana.

"Ya soal dugaan (pelaku stres), cuma kata kakaknya, pernah masuk (rumah sakit jiwa). Ada juga semacam salah sasaran, karena ada orang utang ke pelaku tidak bayar pernah dilihatnya di Langgar itu. Itu hanya kabar. Karena sudah sepakat damai, ya sudah clear persoalannya," tambah Suardana.

1 dari 1 halaman

Pelaku Diamuk Massa

Kendati demikian, lanjut Suardana, pelaku Candra Andika sendiri saat ini masih dirawat di rumah sakit lantaran menderita luka tebas senjata tajam parah di kaki kirinya, akibat diamuk massa.

"Dia (Candra Andika) masih dirawat. Karena tidak ada yang lapor, ya tidak dikenakan wajib lapor. Tapi .asih kita pantau. Artinya, masalah ini ada win-win solution, yang terbaik di antara kedua belah pihak," demikian Suardana.

Diketahui, Candra Andika (34), babak belur hingga luka-luka usai diamuk massa di Jalan Rapak Indah RT 35, Karang Asam Ilir, Kamis (28/11) dini hari kemarin. Dia ditangkap warga dan diamuk massa karena sebagai pelaku pembuang kotoran manusia ke Langgar Nurul Jannah yang ada di permukiman warga.

Dari keterangan Ketua RT 35, Pairin, pelemparan kotoran itu dianggap warga sebagai teror. Karena, pelemparan kotoran manusia sudah kelima kalinya. Terakhir dilakukan Minggu (24/11) malam, berupa 2 kantong plastik berisi kotoran manusia.

Saat tertangkap tangan Kamis (28/11) dini hari kemarin, Candra mengaku pelaku pelemparan itu, karena temannya, yang tinggal di sekitar Langgar, berhutang Rp 15 juta. Candra pun diamuk massa. Kakaknya, saat bertemu warga mengaku adiknya pernah menjalani perawatan kejiwaan.

"Dia (Candra Andika) sebutkan nama Budiannur. Memang, Budiannur warga saya. Tapi kan sudah 2 tahun ini dipenjara gara-gara kasus narkoba," ungkap Pairin, ditemui merdeka.com, Kamis (28/11). [lia]

Baca juga:
Warga Samarinda Tangkap Pelaku Pelempar Kotoran Manusia ke Langgar
Pelaku Penusukan Guru di Bantul Miliki Riwayat Gangguan Kejiwaan
Pria yang Terobos Penjagaan Mako Brimob Bali Diketahui Ketergantungan Obat Penenang
Pria di Bali Terobos Portal Mako Brimob Sambil Teriak 'Ada Bom, Ada Bom'
Sebelum Dipulangkan, Pasien RSJ Solo Jalani Rehabilitasi dengan Melukis
Alami Gangguan Jiwa, Warga Kebumen Nyaris Bakar Cucunya Sendiri

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Gangguan Jiwa
  3. Samarinda
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini