Kasus Investasi Bodong, Polisi akan Periksa Mulan Jameela

Selasa, 14 Januari 2020 21:34 Reporter : Erwin Yohanes
Kasus Investasi Bodong, Polisi akan Periksa Mulan Jameela mulan jameela. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - 13 Inisial nama artis baru akan dipanggil oleh polisi terkait dengan investasi bodong MeMiles. Dari 13 nama artis tersebut, ada nama Mulan Jameela (MJ) yang kini bekerja sebagai anggota DPR RI. Lalu, akan kah ia tetap akan dipanggil untuk dimintai keterangannya?

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, akan menempuh prosedur pemanggilan terhadap istri dari musisi Ahmad Dhani tersebut. Termasuk diantaranya, mengajukan izin ke Presedin Joko Widodo.

"Ya (izin ke presiden Jokowi), mekanismenya ada semua, berdasarkan aturan pemanggilan yang sebagaimana mestinya," katanya Selasa (14/1).

Ia menambahkan, penyidik berkepentingan untuk melakukan pendalam atas kasus yang memiliki potensi kerugian miliaran rupiah tersebut. Untuk itu, pihaknya pun berharap melalui pemeriksaan ini yang bersangkutan mestinya bisa mengklarifikasi secara langsung kepada penyidik Polda Jatim. Hal itu untuk menghindari informasi yang saat ini tengah beredar di masyarakat.

"Saksi (MJ) kita ambil keterangannya untuk kita berikan hak konfirmasinya," tambahnya.

Untuk diketahui selaku anggota DPR, Mulan Jameela memiliki hak imunitas yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 13 Tahun 2019 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau UU MD3. Sesuai prosedur, pemanggilan anggota DPR oleha aparat penegak hukum, harus mendapatkan izin dari Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, dari keterangan penyanyi Eka Deli yang diperiksa pada Senin (13/1), ada 13 nama artis baru yang terkait dengan investasi MeMiles. Diantaranya berinisial AP, SD, MJ, PM, MA, R, TJ, SS, RG, dan C. Kemudian ada inisial D, L, dan M, merupakan satu grup band.

Selain artis tersebut, ada dua artis lagi yang sudah masuk dalam jadwal pemanggilan polisi. Keduanya adalah AN atau Adjie Notonegoro dan J atau Judika.

Dalam kasus ini polisi telah menangkap 4 orang tersangka investasi ilegal MeMiles PT Kam and Kam. Keempatnya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

Sementara itu modus perusahaan ilegal itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan dengan menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan.

Dari modus ini, para tersangka dapat merekrut setidaknya 240 ribu anggota. Untuk memperlancar perekrutan, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp122 miliar lebih, 18 unit mobil, 2 sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini