Kasus Cebongan, Pangdam IV Diponegoro dimutasi jadi staf Kasad

Reporter : Didi Syafirdi | Sabtu, 6 April 2013 12:21
Kasus Cebongan, Pangdam IV Diponegoro dimutasi jadi staf Kasad
Pangdam Diponegoro. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Buntut kasus penyerbuan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Mayjen Hardiono Saroso dicopot sebagai Pangdam IV Diponegoro. Selanjutnya, Hardiono akan menempati jabatan baru sebagai staf.

"Mayjen Hardiono Saroso akan menjadi staf Kasad," ujar Kasubditpenum Dispen TNI AD, Kolonel Zaenal Muttaqin kepada merdeka.com, Sabtu (6/4). Serah terima jabatan akan dilakukan pada Senin (8/4).

Menurut Zaenal, pergantian tidak berkaitan dengan penyerbuan anggota Kopassus yang menewaskan empat orang tahanan. Menurutnya, mutasi adalah hal yang biasa untuk kepentingan organisasi.

"Pergantian jabatan di TNI AD berdasarkan evaluasi untuk kepentingan organisasi," katanya.

Seperti diketahui, penyerangan terjadi 23 Maret lalu. Penyerangan itu terkait dengan pembunuhan anggota Koppasus Serda Heru Santoso pada 19 Maret 2013 dan peristiwa pembacokan terhadap mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono pada 23 maret oleh para korban.

Empat korban dalam penyerangan itu adalah adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaja, Yohanis Juan Manbait (anggota Polda DIY), dan Gameliel Yermiyanto.

11 Penyerang dari grup 2 Kopassus membawa 6 pucuk senjata, yakni 3 pucuk AK 47 yang dibawa dari latihan, 2 pucuk AK 47 replika, dan satu pucuk pistol jenis Sig Sauer replika. Satu orang berinisial U merupakan eksekutor tunggal.

[did]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE