Kapolri Terbitkan Instruksi Penanganan Kedatangan Pekerja Migran

Selasa, 7 April 2020 20:37 Reporter : Eko Prasetya
Kapolri Terbitkan Instruksi Penanganan Kedatangan Pekerja Migran Polri Raker Perdana dengan Komisi III DPR. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menerbitkan Surat Telegram Kapolri mengenai penanganan penumpang yang datang dari negara terjangkit Covid-19 termasuk para pekerja migran yang tiba di Indonesia selama masa pandemi Covid-19.

"Dalam rangka penanganan perkara dan pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan penyebaran virus corona dalam pelaksanaan tugas fungsi reskrim terkait penanganan penumpang yang baru tiba atau TKI dari negara endemis, negara terjangkit Covid-19," kata Jenderal Idham saat dihubungi Antara, di Jakarta, Selasa (7/4).

Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1102/IV/HUK.7.1./2020 tertanggal 4 April 2020, Kapolri Idham meminta jajaran Reskrim untuk berkoordinasi dengan penyelenggara karantina kesehatan, BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Karantina.

Anggota Polri juga diminta berkoordinasi dengan Pemda di daerah transit kepulangan pekerja migran maupun di daerah tujuan pekerja migran.

Kapolri meminta anggota Polri wajib mendampingi petugas kesehatan di sejumlah pintu masuk di pelabuhan, bandara, pos lintas batas darat untuk memeriksa penumpang/pekerja migran yang baru tiba di Tanah Air.

"Prosedur penanganan kesehatan, baik melalui laut, udara, darat yakni pelabuhan, bandara, pos lintas batas darat negara harus dilakukan sesuai Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan," kata Idham.

Bagi penumpang yang datang menggunakan kapal melalui pelabuhan dari luar negeri atau wilayah terjangkit di dalam negeri, Polri akan mengecek deklarasi kesehatan maritim dari nahkoda.

Sedangkan yang masuk Indonesia melalui bandara, Polri akan mengecek deklarasi kesehatan penerbangan dari kapten penerbang.

Sementara di pos lintas batas darat negara, kendaraan yang datang dari wilayah terjangkit atau terdapat orang yang diduga terjangkit atau terdapat barang yang diduga terpapar, akan dilakukan pengecekan deklarasi kesehatan perlintasan darat dari pengemudi.

1 dari 1 halaman

Penumpang Positif dan Negatif

Jika dari deklarasi kesehatan ditemukan ada penumpang yang positif Covid-19, maka penumpang tersebut akan dikarantina dan dirawat di rumah sakit rujukan setempat.

Sementara untuk penumpang yang negatif Covid-19 maka yang bersangkutan dinyatakan berstatus ODP (orang dalam pemantauan) dan diberikan kartu kewaspadaan kesehatan.

Penumpang tersebut juga diwajibkan melaksanakan isolasi mandiri di daerah tujuan serta diawasi oleh pejabat karantina kesehatan kewilayahan dan pejabat pemerintah setempat dengan didampingi oleh petugas kepolisian.

Jika terdapat pelanggaran terhadap Pasal 90 s.d. Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan maka penyidik Polri atau PPNS dapat melakukan penegakan hukum. Surat telegram ini ditujukan kepada Kabareskrim Polri dan para Kapolda. [eko]

Baca juga:
Imbas Covid-19, 37.000 Pekerja Migran Sudah Pulang ke Daerah Masing-Masing
Pekerja Migran yang Pulang ke RI Wajib Melalui Protokol Kesehatan Ketat
DPR Minta Jokowi Bantu Pekerja Migran Pulang ke Indonesia Imbas Virus Corona
Tanpa Lockdown & WFH di Taiwan, Ini Cara KDEI Lindungi WNI Pekerja Migran dari Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini