Kapolri tegaskan kematian Bahrun Naim hanya isu di medsos

Selasa, 12 Desember 2017 16:42 Reporter : Nur Habibie
Kapolri tegaskan kematian Bahrun Naim hanya isu di medsos Rilis barang bukti 1,2 juta ekstasi. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian secara tegas memastikan bahwa Petinggi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia yaitu Bahrun Naim belum bisa dinyatakan tewas. Bahrun dikabarkan telah tewas di Abu Hamam pada 30 November 2017, yang tersebar di jejaring media sosial WhatsApp.

"Jadi info mengenai Bahrun Naim ini baru keluar di medsos yang teman-temannya mengatakan dia sudah meninggal, tewas di Suriah," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Hal itu Mantan Kepala BNPT ini sampaikan karena menurut sumber terpercaya Korps Bhayangkara ini bahwa mereka belum mendapatkan kabar yang pasti terkait tewasnya Bahrun Naim di Suriah.

"Tapi kita sudah konfirm dengan beberapa sumber lain. Intelijen yang memiliki akses di sana, mereka belum mengetahui pastinya," ujarnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun menegaskan bahwa berita soal Bahrun Naim tewas hanya sebatas di media sosial saja dan bukan di dunia yang nyata.

"Oleh karena itu sekarang kami berpendapat bahwa info tewasnya Bahrun Naim itu sebatas pada medsos. Bisa benar bisa tidak, oleh karena itu kita terus mendalami," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan bahwa tewasnya Petinggi ISIS asal Solo, Bahrun Naim, sudah menjadi permainan kelompok teroris. Bahrun dikabarkan tewas di Abu Hamam, Suriah, pada 30 November 2017 lalu, yang tersebar di media sosial Whatsapp.

"Bisa ini dia benar-benar meninggal, bisa tidak. Ini trik dia supaya tidak dikejar," kata Tito usai acara Hut Korpolairud ke-67 tahun di Lapangan Bandara Pondok Cabe, Tangerang, Selasa (5/12).

Selain itu, Tito pun mengungkapkan jika memang Bahrun tewas, itu sangat mempunyai pengaruh yang sangat positif di Indonesia. Pengaruh positif yang dimaksudnya ialah berkurangnya aksi-aksi terorisme di Indonesia.

"Sangat berpengaruh, peran dialah intermidery antara ISIS elit, ISIS central dengan kelompok pimpinan dan tokoh-tokoh bahkan kepada operatif. Artinya pelaku langsung yang ada di Indonesia, contoh kasus bom Thamrin, kasus lain yaitu di Madiun itu berhubungan langsung dengan BN," ungkapnya.

Selain itu, Tito menyebut peran daripada Bahrun Naim sendiri sangat sama persis dengan teroris lainnya yaitu Hambali. Karena Bahrun memang mempunyai akses untuk berhubungan langsung di para teroris yang ada di Indonesia.

"Operatifnya, dia memiliki kontak tokoh-tokohnya yang ada di Indonesia, jadi peran dia mirip dengan peran Hambali pada saat jaman Alkaeda dengan Jemaah Islamiyah perantara itu disini Bahrun Naim," ujarnya.

Selain itu, Tito sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu informasi yang sebenar-benarnya. Apakah Bahrun Naim memang sudah tewas atau masih hidup dan berkeliaran di Suriah.

"Menyikapi masalah ini kepolisian harus mencari sumber resmi yang akurat, bisa dari Interpol di luar negeri yang memiliki akses di sana, bisa Amerika, Rusia, Arab, Inggris. Yang memiliki akses betul atau tidak," ucapnya.

"Kita belum bisa memastikan, kecuali bisa mendapatkan orang tertentu yang tahu dari mata kepalanya sendiri di jaringan itu, baru kita pastikan," ungkapnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini