Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolda Riau sebut bendera hitam dikibarkan siswa SD bukan HTI

Kapolda Riau sebut bendera hitam dikibarkan siswa SD bukan HTI Bendera HTI. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang siswa Sekolah Dasar di sebuah Yayasan Islam di Pekanbaru mengibarkan bendera hitam bertuliskan lafaz arab beredar di media sosial. Saat itu, siswa pria yang merupakan hafiz Alquran memandu teman-temannya untuk menyanyikan lagu arab sambil mengibarkan bendera tersebut.

Meski mirip dengan bendera salah satu Ormas Islam, namun Kapolda Riau Irjen Nandang memastikan bendera hitam itu bukan milik Hizbut Tahrir Indonesia yang dilarang negara. Namun, aksi anak itu ternyata spontanitas.

"Jadi bendera hitam itu bukan milik HTI, tidak ada kaitannya. Orangtua siswa dan guru di yayasan itu sudah kita mintai keterangannya," ujar Nandang saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (10/2).

Nandang sudah me‎minta anak buahnya untuk memeriksa pihak sekolah dan orangtua siswa tersebut. Menurutnya, agar tidak menimbulkan polemik, polisi meminta untuk tidak mengulangi lagi pengibaran bendera itu di sekolah terhadap anak didik yang masih kecil.

"Sudah kita himbau kepada pihak sekolah, orangtua dan dinas pendidikan, tidak perlu diulangi lagi. Mereka kan masih anak-anak ya," kata Nandang.

Pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia sempat membuat heboh jagat dunia maya lantaran hal itu direkam oleh orangtua siswa yang bersangkutan pada Jumat (9/2) berdurasi 38 detik. Kemudian, rekaman video itu disebar melalui facebook dan youtube. Video itu direkam di Sekolah Dasar Islam Terpadu, Bunnaya, Kota Pekanbaru.

Dalam video tersebut tampak seorang siswa berseragam pramuka sedang mengibarkan bendera warna hitam dengan tulisan kalimat Tauhid berbahasa Arab bewarna putih.

Pengibaran bendera dilakukan di halaman sekolah, dengan disaksikan oleh puluhan siswa dan tampak sejumlah orang dewasa berdiri di samping siswa yang mengibarkan bendera tersebut.

Dengan tersebarnya video itu, sejumlah kalangan sempat menilai bahwa bendera itu mirip dengan bendera Ormas HTI yang telah dibubarkan oleh Pemerintah.

"Kita sudah mengingatkan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, supaya menghindari terjadinya fitnah, kemudian mendatangkan hal-hal kontraproduktif. Baiknya gantilah bendera itu dengan model lainnya," kata Nandang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengaku telah menelusuri dan berkoordinasi dengan pihak sekolah yang berada di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya

"Kemarin kita sudah ke sana. Jadi mereka itu sedang persiapan perlombaan lagu Nasyid. Jadi yang bendera itu bukan HTI," kata Jamal.

Bendera yang dikibarkan itu ternyata milik siswa tersebut yang dibawanya dari rumah dan dikibarkan pada saat latihan Nasyid. "Kami sudah ingatkan, jangan gunakan lagi bendera itu," ucap Jamal. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP