Kapolda Metro imbau warga DKI: Ujaran di medsos jangan ditanggapi
Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengimbau seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk tetap tenang menghadapi Aksi Bela Islam jilid III, yang direncanakan digelar 2 Desember mendatang. Selain itu, dia juga mengajak warga ibu kota tidak terpancing provokasi yang berpotensi menggoyang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Masyarakat tinggal menunggu proses hukum saja. Bekerja saja, aktivitas seperti biasa saja, masih banyak hal lain yang lebih penting yang bisa dilakukan masyarakat," imbau Iriawan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/11).
Iriawan menegaskan, hingga saat ini penyidik masih memproses kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dia meminta masyarakat berhati-hati dengan informasi yang tersebar melalui media sosial.
"Ujaran di media sosial yang ada jangan ditanggapi secara maksimal karena belum diketahui kebenarannya," lanjutnya.
Menurutnya, Polri telah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh muslim di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain itu, para kiai juga telah menyerahkan sepenuhnya proses hukum Ahok ke polisi.
"Mereka sudah siap dukung proses hukum agar berkeadilan," pungkas Iriawan.
Sebelumnya, Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath menyebut Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Rizieq Shihab menjamin demonstrasi Bela Islam Jilid III akan berlangsung secara damai. Bahkan, dia menyebut demonstrasi yang direncanakan digelar pada 2 Desember itu akan berlangsung tak hanya damai, tapi super damai.
"Tanggal 2 desember itu bukan lagi demo damai tapi super damai. Nah jadi kita menginginkan negara kita ini penuh dengan kedamaian," katanya dalam silaturahim tokoh lintas agama dengan Menko Polhukam di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (21/11).
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya