Kalbar dan Kalteng Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar

Rabu, 25 September 2019 23:31 Reporter : Fikri Faqih
Kalbar dan Kalteng Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar Ilustrasi kebakaran hutan. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Kapusdatimnas) BNPB Agus Wibowo mengatakan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah merupakan penyumbang hotspot atau titik panas terbesar.

Kemudian jika membandingkan pola hotspot di Indonesia, kata dia, dari Januari kenaikannya terjadi pada Juli dan puncaknya Agustus, September dan Oktober. Jumlah titik panas pada 2015 dan 2019 sebenarnya tidak jauh berbeda yakni naik turun naik turun.

"Data tersebut dari LAPAN dan kalau kita lihat di Sumatera Selatan cukup banyak, tapi masih terkendali dan di Riau juga kecil namun kalau ada hotspotnya besar," katanya di Jakarta, Rabu (25/9).

Setelah operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa waktu lalu, katanya, terlihat adanya penurunan hotspot berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil tersebut menunjukkan konfiden level 50 persen ke atas dari 17 September sampai sekarang.

"Jadi operasi secara intensif itu dilakukan mulai tanggal 21 September menggunakan teknologi modifikasi cuaca," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Agus mengatakan, pemerintah terus berupaya melakukan sejumlah operasi salah satunya teknologi modifikasi cuaca untuk menekan sebaran karhutla dan hotspot. Hasilnya, beberapa hari terakhir hujan sudah mulai turun baik di Sumatera maupun di Kalimantan.

Musim hujan tersebut, katanya, mulai dari utara Pulau Sumatera yakni Aceh sudah hujan deras bahkan banjir di Aceh Selatan. Kemudian hal itu diprediksi berlanjut ke Sumatera bagian selatan hingga Riau.

"Tanggal 23 September total ada 3.124 titik api dan asapnya tebal sekali dan sekarang turun jadi 1.744," jelasnya.

Terakhir berdasarkan data BMKG titik api secara berangsur terus mengalami penurunan. Kondisi tersebut akan terus dijaga karena musim kemarau masih berlangsung hingga akhir Oktober. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran Hutan
  2. BNPB
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini