Kakek Asa tewas di atas pohon kelapa saat cari janur
Merdeka.com - Jelang petang warga di Banjar Tegal Suci, Desa Tampaksiring di Gianyar Bali dibuat geger. Itu setelah ditemukannya I Made Asa tewas di atas pohon kelapa.
Kakek berumur 60 tahun ini ditemukan sudah tidak bernyawa masih terikat tali pengait saat sedang mencari janur kelapa sekitar pukul 18.10 WITA.
Dari informasi yang diterima, Jumat (15/12) sekitar pukul 14.00 WITA, korban sempat berpamitan pada keluarganya, untuk mencari janur dan buah kelapa di sawahnya. Rencananya, janur dan buah kelapa ini dipergunakan sebagai sarana upacara pencarian di rumahnya.
Hingga pukul 18.00 WITA, anak korban, I Ketut Sudiarta (35) mulai curiga lantaran korban belum pulang dari siang. Ia pun langsung menuju ke kebun dekat sawah.
Namun di sana ia tidak menemukan korban, hanya menemukan sandal dan topi milik ayahnya yang ditaruh di bawah pohon kelapa. Karena tidak menemukan ayahnya, anak korban kembali pulang ke rumah, lalu menyampaikan pada keluarganya kalau korban tidak ada, hanya ada sandal dan topinya saja.
Sudiarta bersama kerabatnya, I Made Dauh (45), kembali mencari korban di lokasi ditemukannya sandal dan topi itu. Saat melakukan pencarian di seputaran sana, mereka juga menemukan buah kelapa dan janur berserakan di tanah.
Setelah melihat ke atas pohon kelapa, mereka terkejut melihat korban tersangkut di batang pohon kelapa dalam keadaan sudah tidak sudah tidak bernyawa.
Dia tersangkut di batang pohon dikarebakan tali panjat yang digunakan saat menaiki pohon kelapa. Berdasarkan keterangan anak korban, korban yang keseharianya bekerja sebagai petani dan pemanjat kelapa belakangan ini sering mengeluh mengalami rasa sakit di bagian dadanya," terang Kapolsek Tampaksiring, AKP I Made Tama, Jumat (15/12).
Proses evakuasi melibatkan BPBD Gianyar, berlangusng alot dan menjadi tontonan warga. Dengan berlahan, mayat korban akhirnya di derek dengan tali.
"Saat kami temukan, tubuhnya sudah kaku, sehingga sangat sulit untuk melepaskan kakinya yang terjepit di pelahpah janur," ungkap Nyoman Muliana, Petugas dari BPBD Gianyar.
Sementara dugaan korban meninggal di atas pohon kelapa karena diduga sesak nafas akibat serangan jantung. Sebab ketika dilakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban, tidak ditemukan bekas gigitan ular atau hewan beracun lainnya.
"Saat kami visum bersama tim medis Puskesmas, tidak ditemui bekas gigitan ular atau hewan beracun. Keluarga korban telah menerima ini sebagai musibah, dan tidak menuntut pihak manapun," demikian Kapolsek.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya