Kak Seto Imbau Orangtua Kurangi Konflik di Rumah untuk Kurangi Stres Anak

Dia meminta para orangtua untuk tidak bertengkar ataupun melakukan kekerasan pada anak. Sebab, hal itu hanya akan menambah tingkat stres anak-anak yang sudah delapan bulan di rumah di rumah saja.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kak Seto Imbau Orangtua Kurangi Konflik di Rumah untuk Kurangi Stres Anak
Seto Mulyadi. ©2017 Merdeka.com/Endang Saputra

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi mengakui bahwa anak-anak sudah merasa bosan karena terlalu lama belajar di rumah. Oleh sebab itu, dia mengajak para orangtua untuk menciptakan lingkungan rumah atau keluarga yang kondusif di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dia meminta para orangtua untuk tidak bertengkar ataupun melakukan kekerasan pada anak. Sebab, hal itu hanya akan menambah tingkat stres anak-anak yang sudah delapan bulan di rumah di rumah saja.

"Kuncinya memang ada di ayah dan ibu dan wali paling tidak. Ciptakanlah suasana penuh persahabatan, tanpa ada konflik atau kekerasan terhadap anak," kata Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto saat diskusi virtual yang disiarkan langsung di youtube BNPB, Jumat (20/11).

Menurutnya, para orangtua saat ini berperan sebagai guru. Oleh sebab itu, dia meminta para orangtua untuk selalu aktif membantu anak-anak tiap kali sang anak mengikuti kelas online. Bahkan, Kak Seto menyarankan agar orangtua mengubah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi Pembelajaran Jarak Dekat (PJD).

"PJJ diganti dengan PJD atau pembelajaran jarak dekat. Maksudnya adalah pembelajaran tatap muka, tapi yang ditatap bukan pak guru atau ibu guru, yang ditatap adalah guru pengganti yaitu ayah dan bunda," kata psikolog anak itu.

Kak Seto berharap besar, para orang tua bisa kreatif saat mengajarkan anak-anaknya. Sehingga, anak-anak tidak bosan. Tidak bisa dipungkiri, menatap layar laptop atau ponsel setiap hari selama delapan bulan bisa membuat anak-anak pusing, lelah, bahkan benci belajar.

"Akhirnya belajar jadi tidak optimal karena lelah dan membosankan. Bahkan anak-anak bisa benci belajar atau phobia belajar. Jadi mereka harus belajar dengan gembira bersama orangtua," ujar Kak Seto

Selain itu, Kak Seto juga berharap para orangtua tidak lupa untuk memberikan edukasi mengenai virus Corona kepada anak-anaknya. Menurutnya, di keadaan darurat seperti ini, mengedukasi anak mengenai kesehatan sangatlah penting.

Meskipun sudah delapan bulan mewabah di Indonesia, menurutnya anak-anak tetap perlu waspada dan memahami apa bahaya virus Corona. Dia meminta orangtua untuk tidak kenal lelah dalam mengedukasi anak-anak.

"Karena keadaannya darurat jadi materinya juga darurat. Sehingga pembelajaran bukan hanya pada ilmu pengetahuan saja tapi pada ilmu kesehatan, etika, estetika, dan nasionalisme," kata dia.

"Materi kesehatan sebenarnya sangat dekat dengan kondisi kita. Kita bisa mengajari anak kita untuk rajin cuci tangan, pakai masker, kalau tidak pakai masker bisa tertular, dan lainnya," imbuhnya.

Kak Seto mengakui, memberikan pemahaman kepada anak tentang seluk-beluk virus Corona tidaklah mudah. Oleh sebab itu, dia menyarankan para orang tua untuk menyampaikannya dengan lagu, dongeng, ataupun dialog-dialog yang bersahabat dengan anak. Intinya, kata Kak Seto, orangtua harus mampu membuat anak-anak betah dan bahagia di rumah.

Halaman
Rekomendasi