KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kadis PUPR ditangkap KPK, Walikota Mojokerto tutup mulut dengan jari

Senin, 19 Juni 2017 19:22 Reporter : Budi Widayat
KPK sita dokumen APBD Mojokerto 2017. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mojokerto, Wiwiet Febryanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari (17/6) kemarin, Pemkot Mojokerto belum bersikap. Bahkan Walikota Mojokerto Masud Yunus, enggan berkomentar saat ditanya soal OTT tersebut.

Walikota Mojokerto, Masud Yunus, hingga kini tidak mau berkomentar terkait penangkapan Kepala Dinas PUPR, dalam OTT bersama 3 Pimpinan DPRD Mojokerto yang dilakukan penyidik KPK. Termasuk ketika awak media menanyakan soal kekosongan jabatan pada Dinas PUPR, serta dampak OTT terhadap pelaksanaan pemerintahan di Kota Mojokerto.

Usai sidang paripurna istimewa DPRD Kota Mojokerto pada Senin (19/6) pagi, Walikota yang didampingi Wakil Walikota, langsung kembali ke ruang kerjanya. Dia berjalan menutup mulutnya dengan satu jari, yang merupakan kode tidak mau berkomentar.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Mojokerto, Choirul Anwar menjelaskan, Pemkot akan segera melakukan rapat bersama Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Kota Mojokerto.

"Hari ini agendanya akan ada rapat bersama Baparjakat untuk menentukan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PUPR sehingga pekerjaan atau proyek-peoyek di PUPR tidak terhambat," kata Anwar, Senin (19/6).

Menurut Anwar, soal siapa yang akan ditunjuk sebagai pengganti Wiwiet, belum dipastikan. Plt menunggu hasil rapat yang dilakukan Walkot dan tim Baperjakat.

"Siapa orangnya, nanti setelah rapat akan kita ketahui setelah rapat. Yang pasti kekosongan itu harus segera diisi," jelas Anwar

Seperti diketahui, tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakuka OTT 3 pimpinan DPRD dan Kepala Dinas PUPR Wiwiet. Dalam OTT itu penyidik ā€ˇmenyita uang sebesar Rp 470 juta yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap untuk memperlancar pengalihan anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran Program Penataan Lingkungan pada Dinas PUPR Mojokerto, tahun anggaran 2017. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.