Kabut Asap Berbahaya, Wali Kota Pekanbaru ke Kanada Selama Sepekan

Rabu, 18 September 2019 18:27 Reporter : Abdullah Sani
Kabut Asap Berbahaya, Wali Kota Pekanbaru ke Kanada Selama Sepekan Kehidupan orangutan di tengah kabut asap di Kalimantan. ©2019 Handout/BORNEO ORANGUTAN SURVIVAL FOUNDATION/AFP

Merdeka.com - Saat kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru dengan kondisi udara berbahaya, Wali Kota Pekanbaru Firdaus justru pergi ke Kanada. ‎Firdaus berada di sana sejak 16 hingga 21 September 2019.

Firdaus diagendakan ‎ikut dalam pertemuan sebagai delegasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada ASEAN Waste to Canada. Menurut pihak Pemko Pekanbaru, kehadiran Firdaus tidak bisa diwakilkan.

"Belum pulang, karena di Kanada ada kegiatan forum pengelolaan sampah," ujar Kabag Humas Pemko Pekanbaru Mas Irba Sulaiman saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (18/9).

‎Saat Presiden Joko Widodo ke Pekanbaru, Firdaus tidak berada di tempat sebagai tuan rumah. Padahal kedatangan Jokowi untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Riau serta bencana kabut asap yang melanda Pekanbaru.

Keberangkatan kepala daerah ke luar negeri bukan sekali ini saja. Sebelumnya Gubernur Riau Syamsuar juga berangkat ke Thailand untuk sebuah kegiatan selama 3 hari sejak 10 hingga 13 September.

Namun Syamsuar kini sudah berada di Pekanbaru. Sementara Firdaus masih berada di negara bagian di Kanada. "Bapak (Firdaus) tiba di tanah air pada 21 September mendatang," kata Irba.

Kabut asap di Pekanbaru terjadi sejak satu bulan belakangan ini. Selain imbas dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten di Riau, asap di Pekanbaru juga kiriman dari daerah lain seperti Jambi dan Sumatera Selatan.

Hari ini, kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru, kualitas udara kategori tidak sehat hingga berbahaya di sejumlah lokasi. Selain anak sekolah dan mahasiswa diliburkan, penerbangan di Bandara Pekanbaru juga mengalami gangguan. Sejumlah maskapai menunda penerbangan pada pagi hari ketika jarak pandang di bawah 700 meter.

‎Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Marzuki menyebutkan, hari ini jumlah titik panas mencapai 74 titik di Riau. Dari jumlah itu, 46 di antaranya merupakan titik api akibat dari kebakaran hutan dan lahan.

Marzuki mengatakan, titik panas itu tersebar di beberapa kabupaten yakni paling banyak di Indragiri Hulu mencapai 19 titik.

"Lalu Indragiri Hilir 15 titik, Pelalawan 14 titik, ‎Rokan Hilir 11 titik Kampar 8 titik, Kuansing 3 titik, Rokan Hulu 3 titik dan Bengkalis 1 titik," kata Marzuki.

Sedangkan titik api sebanyak 46 titik itu paling banyak ditemukan di Indragiri Hulu berjumlah 11 titik. Disusul Pelalawan 10 titik, Indragiri Hilir 8 titik, Rokan Hilir 6 titik, Kampar 5 titik, Rokan Hulu 3 titik, Kuansing 2 titik dan Bengkalis 1 titik.

"Untuk jarak pandang, Pekanbaru sudah 2.300 meter namun tetap berkabut asap. Dumai 500 meter dan Pelalawan 1.500 meter, serta Rengat 4 kilometer.‎ Keempat daerah itu masih diselimuti kabut asap," jelas Marzuki. [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini