Kabareskim tegaskan bakal terus proses hukum Sukmawati Soekarnoputri

Jumat, 6 April 2018 18:23 Reporter : Merdeka.com
Kabareskim tegaskan bakal terus proses hukum Sukmawati Soekarnoputri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Kabareskrim Komjen Ari Doni Sukmanto memastikan Polri akan melanjutkan proses hukum kasus dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama dalam puisi karya Sukmawati Soekarnoputri yang berjudul 'Ibu Indonesia'. Sukmawati diketahui telah meminta maaf atas puisi itu.

"‎Y‎a saksi, pelapor, atas laporan itu kita akan mintai keterangan," ujar Ari Dono di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (6/4).

Ari Dono mengatakan sejauh ini pihaknya masih melakukan penyidikan ‎atas laporan sejumlah pihak terkait kasus ini. Dia memastikan akan memanggil ahli untuk membuat terang kasus ini.

"Lidik dulu. Nanti kami lihat. Kan ada ahli juga kami mintai keterangan. Ya bertahap‎," ucapnya.

Saat disinggung soal Sukmawati telah meminta maaf kepada publik dan kepada MUI, Ari enggan mengomentarinya. Menurut dia, pihaknya hanya mengusut perkara hukum sesuai regulasi yang ada.‎

"Kalau Bareskrim hanya penegakan hukum, jadi ya aspek hukumnya nanti akan kami lihat, ada gak peristiwa pidana dan sebagainya," jelas Ari.‎‎

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan, pihaknya akan melakukan pendekatan restorative justice terkait dua laporan itu. Restorative justice merupakan suatu pendekatan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri.

"Mengingat masyarakat Indonesia ini adalah masyarakat yang bermusyawarah, berdialog, kita juga pihak kepolisian mengutamakan Restorative Justice. Artinya penyelesaian di luar pengadilan. Itu, bisa kalau memang nanti dilakukan kita bisa melakukan itu, seandainya nanti misalnya ada pencabutan, ada musyawarah nanti kita akan di situ," kata Argo di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (4/4).

Namun, lanjutnya, apabila memang tak menemukan titik terang antara dua pihak kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut.

"Kalau tidak bisa dilakukan restorative justice, kalau memang itu suatu pidana nanti kita lakukan pemeriksaan. Tetapi kita cek kita gelarkan apakah nanti setelah melakukan pemeriksaan apakah ada unsur pidana atau tidak di situ," ujar Argo.

Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini