Kabar relawan BPBD diusir Bappeda Kota Palu tidak benar

Rabu, 10 Oktober 2018 10:17 Reporter : Henny Rachma Sari
Kabar relawan BPBD diusir Bappeda Kota Palu tidak benar BNPB konpers dampak gempa dan tsunami di Donggala dan Palu. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Beredar kabar relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diusir di halaman Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu. Relawan mendirikan tenda di lokasi tersebut.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membantahnya. Sutpo menegaskan Bappeda bukan mengusir relawan BPBD melainkan hanya memindahkan untuk memudahkan koordinasi.

"Saya telah mengkonfirmasi hal itu kepada beberapa pihak. Ternyata bukan diusir tetapi direlokasi atau dipindahkan ke halaman Kantor BPBD agar memudahkan koordinasi, dan halaman kantor Bappeda akan dibersihkan dan digunakan untuk apel Aparatur Sipil Negara," kata Sutopo dalam keterangannya, Rabu (10/10).

Sejumlah relawan mendirikan tenda di halaman Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, di antaranya relawan dari BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan berada di bagian belakang kantor Bappeda dan mendirikan dapur umum.

Sedangkan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Bolsel dan BPBD Bitung mendirikan tenda di halaman depan Kantor Bappeda dan membantu penanganan bencana sejak 1 Oktober 2018.

Sutopo menuturkan memang kondisi keamanan dan ketertiban pascagempa di sebagian Kota Palu terganggu, apalagi hingga 30 September 2018 kondisi keamanan dan lingkungan di Kota Palu agak rawan.

Namun, aparat polisi telah menangkap beberapa pencuri yang melakukan tindakan kriminal.

Sutopo menegaskan keberadaan relawan di lingkungan kantor Bappeda juga membantu menjaga dari aksi kriminal. Sebab, informasi yang diperoleh adanya kehilangan barang milik Bappeda, yang mana kondisi kantor memang kosong pascagempa karena pegawainya tidak masuk kantor.

Kepala Bappeda setempat telah melaporkan dan menjelaskan kehilangan aset kantor itu ke gubernur setempat, dan diambil keputusan untuk mengosongkan halaman Kantor Bappeda.

Untuk itu, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mengajak relawan-relawan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan Bolsel untuk menempati halaman kantor BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Selain itu, kantor Bappeda akan dibersihkan dan dirapikan lagi, karena ASN Bappeda sudah kembali aktif bekerja dan harus apel di halaman kantor. Sutopo menuturkan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola juga telah memastikan tidak ada pengusiran terhadap relawan BPBD dari berbagai daerah, tapi adanya relokasi.

"Yang benar adalah meminta Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengatur dan merelokasi semua relawan-relawan BPBD yang ada di kantor Bappeda agar direlokasi ke kantor BPBD Provinsi Sulteng karena kantor Bappeda akan dipakai para ASN yang sudah mulai aktif sejak 8 Oktober 2018," ujar Sutopo.

Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan terima kasih atas dukungan, bantuan dan peran aktif relawan BPBD se-Indonesia dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di Palu dan daerah lain yang terdampak bencana.

"Jadi tidak ada pengusiran. Hanya pengaturan dan relokasi tempat tenda relawan saja. Adanya "miss communication" dalam penyampaian informasi sering terjadi di tempat bencana karena kondisi sudah lelah, kurang istirahat dan banyak keterbatasan. Tapi semuanya sama, memiliki niat baik untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana," tegas Sutopo. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini