Jumlah Penderita DBD di Jateng Capai 3.146, 50 Orang Meninggal
Merdeka.com - 50 warga Jawa Tengah meninggal dunia akibat menderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Puluhan korban DBD tersebar di lima kabupaten kota di Jateng selama kurun waktu Januari hingga Maret 2019.
"Hingga bulan Maret sudah 50 warga Jawa Tengah meninggal karena DBD. Mereka tersebar di lima kabupaten di antaranya Grobogan, Sragen, Salatiga, Kabupaten Jepara dan Magelang," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Tatik Murhayati, Selasa (19/3).
Dia menyebut rata-rata penyebab kematian karena keterlambatan penanganan medis. "Ini karena masyarakat kurang respon terhadap penyakit DBD. Ketika seorang demam tinggi harus dicek pemeriksaan. Sampai saat ini jumlah penderita mencapai 3.146 jiwa," lanjutnya.
Pada Januari, sebaran penderita DBD terbesar berasal dari Kabupaten Grobogan, Sragen, Kota Salatiga dan Kabupaten Jepara.
Sedangkan pada Februari, Kota Magelang jadi peringkat pertama disusul Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Jepara.
"Belum ada yang berstatus KLB hingga sekarang," katanya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Mada Gautama mengaku jumlah kasus DBD di Kota Semarang meningkat drastis di banding tahun lalu. Hingga pertengahan Maret 2019, jumlah kasus DBD di kota Semarang mencapai 168 peristiwa. Padahal jumlah kasus sepanjang 2018 hanya mencapai 103.
"Tujuh pasien di antaranya meninggal dunia. Tapi sekarang belum masuk KLB," kata Mada Gautama.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya