Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jumat Agung di Gereja Katedral diawali ibadat jalan salib

Jumat Agung di Gereja Katedral diawali ibadat jalan salib Jumat Agung di Gereja Katedral. ©2018 Liputan6.com/Ika

Merdeka.com - Ratusan Umat Kristiani mulai memadati Gereja Katedral Jakarta untuk perayaan Jumat Agung. Humas Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie menyebut ibadah Jumat Agung dijadwalkan pukul 12.00 WIB, 15.00 WIB dan 18.00 WIB.

Dia menyebut sebelum adanya ibadah tersebut biasanya umat Kristiani akan melakukan ibadah Jalan Salib di pagi harinya.

"Jadi pada pukul 09.00 WIB kita mengawali ibadat jalan salib seperti biasanya. Yang biasanya setiap tahun diadakan dua kali pada hari ini hanya satu kali," kata Susyana di Jakarta, Jumat (30/3/2018).

Dia mengatakan biasanya dalam perayaan Jumat Agung diadakannya aksi teatrikal jalan salib, tapi kali ini disajikan dalam bentuk lainnya. Yakni visualisasi, di mana umat Kristiani disajikan dua layar lebar dan sebuah televisi.

Dalam setiap ibadah, Susyana menjelaskan ada tiga bagian rangkaian ibadah Jumat Agung. Pertama ibadat Sabda, Penghormatan Salib dan Komuni.

"Intinya inilah puncak di mana Kristus sengsara wafat dan disalibkan untuk menembus umat manusia. Untuk itu kita semua mengadakan sebuah renungan dalam bentuk tiga bagian," jelas Susyana.

Umat Kristiani sejak kemarin menyambut Tri Hari Suci dalam perayaan Paskah Kebangkitan Yesus Kristus. Tri Hari Suci merupakan rangkaian menyambut perayaan Paskah, yg terdiri dari Kamis putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci. Sedangkan untuk Minggu Palma, sebagai pembuka pekan suci, telah berlangsung pada Minggu, 25 Maret 2018.

Pada Kamis Putih, umat Kristiani memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya pada malam sebelumnya kematianNya. Rangkaian selanjutnya Jumat Agung dikenal sebagai hari Yesus disalibkan dan mati, yang ditandai dengan penghormatan Salib.

Sedangkan untuk Paskah yakni Sabtu dan Minggu merupakan hari Puncak Keselamatan ketika Yesus bangkit di antar orang mati mengalahkan kuasa umat dan melambangkan sebagai pengampunan, kelahiran kembali dan kekuasaan Allah yang menyelamatkan.

Reporter: Ika Defianti (mdk/rzk)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP