Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JPW apresiasi Kapolda DIY copot Kapolsek terlibat politik praktis

JPW apresiasi Kapolda DIY copot Kapolsek terlibat politik praktis Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Keputusan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat untuk menonaktifkan dan mengganti Kapolsek Mantrijeron Kompol Totok Suwantoro mendapatkan apresiasi dari Jogja Police Watch (JPW). Penonaktifan dan penggantian Kapolsek Mantrijeron yang diduga terlibat politik praktis dan mendukung salah satu pasangan calon Wali Kota Yogyakarta.

Menurut Koordinator JPW, Baharudin Kamba pihaknya mendukung langkah yang dilakukan oleh Kapolda DIY. Pasalnya anggota Polri memang diharuskan netral dan tidak boleh terlibat politik praktis.

"Polisi harus netral. Semoga ini jadi pembelajaran bersama dan tidak terulang lagi," ungkap Baharudin Kamba sesuai upacara serah terima jabatan Kapolsek Mantrijeron di Mapolresta Yogyakarta.

Dalam kampanye salah satu calon Wali Kota Yogyakarta yang diadakan pada Minggu (6/11) kemarin, Totok diketahui sempat menyumbang beberapa lagu. Namun, dalam beberapa lirik lagunya terselip kata-kata Haryadi.

Misalnya dalam lagu berjudul Balen. Pada paragraf pertama "Jan jane dik aku wis rindu, Wis rong tahun lawase ora ketemu, Eling eling dik jamane semono, Runtang runtung Dukung Pak Haryadi anane ra ono liyo," demikian lagu yang dinyanyikan Kapolsek saat berduet dengan artis.

Pada paragraf ketiga masih di lagu yang sama Kapolsek kembali menyebut nama Haryadi, "Horotoyoh.. Nganggo teklek kecemplung kalen, Timbang golek dik Pak Haryadi sowan mriki," (mdk/sho)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP